Media Vietnam Peringatkan Malaysia: Siap-Siap Bernasib Sama seperti Indonesia
Media Vietnam, Soha, menilai Malaysia akan bernasib sama seperti Indonesia jika tidak belajar dari kekalahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Vietnam dinilai superior dalam hal organisasi pertahanan dan serangan balik, sehingga Malaysia harus bermain tenang dan tidak mengandalkan fisik semata.
Jakarta, CNN Indonesia -- Media Vietnam kembali melontarkan ancaman jelang semifinal Piala AFF 2026. Kali ini, mereka sesumbar akan menghancurkan mimpi Malaysia, sama seperti yang dialami Timnas Indonesia di fase grup.
Vietnam dijadwalkan bertemu Malaysia pada leg pertama semifinal yang akan digelar di Stadion Kuala Lumpur, Sabtu (15/8). Jelang laga tersebut, media lokal Vietnam, Soha, menilai Malaysia harus banyak belajar dari kekalahan yang dialami Indonesia.
Skuad Garuda yang mengandalkan pemain muda dan ambisi besar gagal mengalahkan Vietnam di Stadion Pakansari. Kekalahan telak 3-0 itu dinilai bukan kebetulan. Vietnam menunjukkan dominasi, organisasi pertahanan yang lebih baik, dan transisi yang lebih cepat.
Meski Indonesia sempat menguasai bola dan menekan, justru tim asuhan Kim Sang Sik yang lebih efektif dan mematikan dalam menyerang. Soha menegaskan bahwa Malaysia memiliki kemiripan dengan Indonesia, seperti kebugaran fisik, kecepatan, direct play, dan agresivitas.
"Namun, jika mereka mengandalkan faktor-faktor tersebut saat menghadapi Vietnam, maka Malaysia bisa saja terjebak dalam situasi yang sama seperti Indonesia," tulis Soha.
Setelah kalah dari Vietnam, Indonesia hanya mampu bermain imbang melawan Singapura di laga terakhir. Hasil itu membuat Indonesia tersingkir dan membuka jalan bagi Singapura untuk mendampingi Vietnam di semifinal.
Soha juga mengingatkan Malaysia agar tidak meremehkan kemampuan serangan balik Vietnam. Mereka harus mewaspadai ruang kosong di belakang lini tengah, seperti yang dieksploitasi Vietnam saat melawan Indonesia. Selain itu, Malaysia disarankan tidak terlalu mengandalkan kekuatan fisik.
"Hasil pertandingan semifinal akan ditentukan kemampuan membaca permainan, ketenangan, dan kualitas pemain di momen-momen krusial," tulis analisis Soha.
Dalam pertandingan 90 menit, Malaysia mungkin bisa tampil apik selama 60 menit. Namun, hilangnya konsentrasi selama lima menit bisa mengubah segalanya. Soha menegaskan bahwa Malaysia harus bermain dengan ketenangan penuh.
"Indonesia sempat mengira bisa mengimbangi Vietnam, namun akhirnya mereka takluk 0-2 dan tersingkir di fase grup. Meski memiliki tekad yang kuat, Indonesia tak berdaya menghadapi kekuatan Golden Star Warriors. Sangan mungkin Malaysia akan mengalami nasib serupa," urai Soha.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)