Legenda MU dan Arsenal Buka Cerita Perkelahian di Lorong Jelang Duel di GBK

Empat legenda Manchester United dan Arsenal, Ryan Giggs, Rio Ferdinand, Robert Pires, dan Gilberto Silva, saling lempar cerita masa lalu jelang duel persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Mereka mengenang perkelahian di lorong stadion hingga insiden pizza yang mewarnai rivalitas panas kedua klub pada era 1990-an dan 2000-an.

Oct 09, 2026 - 12:03
Updated: 9 hours ago
0 0
Legenda MU dan Arsenal Buka Cerita Perkelahian di Lorong Jelang Duel di GBK
Legenda MU dan Arsenal Buka Cerita Perkelahian di Lorong Jelang Duel di GBK

Rivalitas panjang antara Manchester United dan Arsenal kembali menjadi bahan cerita menjelang laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/10). Empat legenda kedua klub, Ryan Giggs, Rio Ferdinand, Robert Pires, dan Gilberto Silva, hadir dalam konferensi pers di SUGBK, Jumat (9/10), dan saling melempar kisah tentang masa lalu yang penuh ketegangan.

Rio Ferdinand membuka cerita dengan mengungkap insiden yang jarang diketahui publik. Menurutnya, pernah terjadi perkelahian di lorong Old Trafford yang tidak terekam kamera. "Sebenarnya ada satu momen tetapi kalian tidak pernah melihatnya. Itu terjadi di lorong Old Trafford saat ada perkelahian," kata Ferdinand.

Gilberto Silva membenarkan cerita tersebut dan bahkan menyebut insiden serupa terjadi lebih dari satu kali. Ia mengaku berada di lokasi kejadian. "Tentu saya ada di sana, bahkan ada dua perkelahian," ujar Gilberto. Ferdinand menambahkan bahwa perkelahian di lorong stadion memang sering terjadi, termasuk di Highbury antara Patrick Vieira dan Roy Keane yang ia gambarkan sebagai situasi gila.

Robert Pires mengaku sering tertawa sendiri ketika mengingat masa-masa tersebut. Baginya, semua itu adalah bagian dari perjalanan karier profesional yang tak terlupakan. "Kalau melihat video-video itu sekarang, terkadang saya tertawa. Namun, itu memang bagian dari rivalitas kami," tutur Pires. Ia juga menyebut insiden pelemparan pizza sebagai salah satu momen yang kerap dikenang setelah pertandingan.

Sementara itu, Ryan Giggs menyoroti perbedaan besar antara rivalitas pada masanya dan sepak bola saat ini. Ia merasa aneh melihat para pemain saling berpelukan sebelum pertandingan dimulai. "Sekarang, kami sulit memahami ketika menonton pertandingan dan melihat para pemain saling berpelukan sebelum laga dimulai. Dahulu, kami biasanya hanya saling menyapa. Sekarang, semua orang berpelukan sebelum pertandingan. Bagi kami, itu terasa aneh," kata Giggs.

Giggs menegaskan bahwa meskipun tidak saling menyukai, para pemain tetap saling menghormati karena sadar menghadapi tim dan pemain berkualitas. Setelah pertandingan, mereka hanya berjabat tangan, mengucapkan selamat, lalu pergi tanpa keinginan untuk mengenal satu sama lain lebih jauh. Cerita-cerita itu menjadi bumbu menarik menjelang duel persahabatan di GBK yang mempertemukan kembali para legenda kedua klub.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User