Begal Sopir Taksi Daring di Tangsel Terungkap, Pelaku Ngaku Baru Pertama Kali Beraksi karena Terhimpit Ekonomi

Polda Metro Jaya mengungkap motif pelaku pembegalan sopir taksi daring di Pamulang, Tangerang Selatan. Pelaku berinisial AA (21) mengaku terhimpit ekonomi dan berniat menjual mobil serta ponsel korban. Polisi menangkap pelaku di Rangkas Bitung dan menemukan mobil korban di Pandeglang dalam kondisi belum terjual.

Oct 09, 2026 - 12:03
Updated: 9 hours ago
0 0
Begal Sopir Taksi Daring di Tangsel Terungkap, Pelaku Ngaku Baru Pertama Kali Beraksi karena Terhimpit Ekonomi
Begal Sopir Taksi Daring di Tangsel Terungkap, Pelaku Ngaku Baru Pertama Kali Beraksi karena Terhimpit Ekonomi

Polda Metro Jaya melalui Subdit Jatanras Ditreskrimum berhasil mengungkap kasus pembegalan terhadap seorang sopir taksi daring di Pamulang, Tangerang Selatan. Pelaku berinisial AA (21) ditangkap setelah polisi bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penangkapan dilakukan di sebuah warung kopi di kawasan Terminal Rangkas Bitung, Lebak, Banten, pada Kamis (8/10) sore.

Menurut Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, pelaku diduga melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap sopir taksi daring tersebut. "Tim Opsnal Subdit Jatanras bergerak cepat setelah melakukan olah TKP. Pelaku berhasil kami amankan di sebuah warung kopi di kawasan Terminal Rangkas Bitung, Lebak, Banten pada Kamis (8/10) sore," kata Abdul Rahim di Jakarta, Jumat.

Kanit 2 Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKP Reza Arif membenarkan bahwa motif pelaku murni karena himpitan ekonomi. Pelaku berniat menjual mobil serta telepon seluler milik korban untuk mendapatkan uang tunai. "Betul, mobilnya mau dijual. Telepon seluler (HP) korban juga mau dijual," ujar Reza Arif saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi kejahatan jalanan atau begal. Reza juga mengungkapkan modus pelaku terkait akun pemesan taksi daring yang terdaftar atas nama seorang perempuan. Pelaku secara acak menghampiri seorang perempuan di pinggir jalan dan meminta tolong untuk memesankan taksi daring. "Pelaku dengan pemilik akun perempuan tersebut dipastikan tidak saling mengenal," jelas Reza.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa kendaraan roda empat milik korban. Mobil tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda dengan tempat penangkapan pelaku, yakni di daerah Pandeglang. "Mobil ditemukan di daerah Pandeglang dengan posisi belum sempat terjual," ucap Reza.

Kasus ini menjadi perhatian karena pelaku nekat melakukan aksi kekerasan terhadap sopir taksi daring dengan dalih kebutuhan ekonomi. Polisi masih mendalami peran pelaku dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Pelaku kini ditahan di Polda Metro Jaya untuk proses hukum lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengemudi taksi daring, untuk tetap waspada terhadap penumpang yang mencurigakan. Modus pemesanan melalui akun orang lain menjadi salah satu celah yang perlu diantisipasi. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User