Lapas Salemba Gelar Sidak Kamar dan Tes Urine, 62 Orang Diperiksa
Lapas Kelas IIA Salemba bersama Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, BNNK Jakarta Utara, TNI, Polri, dan Brimob menggelar sidak kamar hunian dan tes urine acak. Pemeriksaan terhadap 32 warga binaan dan 30 petugas menunjukkan hasil negatif narkotika. Petugas menemukan sejumlah barang terlarang seperti sendok plastik, alat cukur, sendok besi, dan botol parfum yang langsung diamankan.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke kamar hunian warga binaan sekaligus tes urine acak pada Jumat (18/9). Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.
Kegiatan tersebut melibatkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) DK Jakarta, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara, TNI, Polri, dan Brimob. Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang menegaskan pihaknya siap menjalankan perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk memperkuat deteksi dini dan menjaga keamanan serta ketertiban.
"Sidak dan tes urine secara acak akan terus kami lakukan sebagai bentuk komitmen bersama," ujar Amico dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.
Dalam sidak tersebut, petugas gabungan memeriksa sejumlah kamar hunian dan barang-barang yang berada di dalamnya. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian, antara lain lima sendok plastik, tiga alat cukur, lima sendok besi, dan lima botol parfum. Amico memastikan tidak ditemukan narkotika dalam pemeriksaan itu. "Seluruh barang temuan diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan," katanya.
Selain pemeriksaan kamar, BNNK Jakarta Utara bersama jajaran Lapas Salemba melakukan tes urine secara acak terhadap 32 warga binaan dan 30 petugas. Hasilnya, seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif dari indikasi penyalahgunaan narkotika.
Amico menjelaskan bahwa sidak dan tes urine merupakan bagian dari pengawasan berkelanjutan untuk memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, BNNK Jakarta Utara, TNI, Polri, dan Brimob yang akan terus diperkuat melalui pengawasan dan deteksi dini secara berkala.
Pelaksanaan pemeriksaan, kata Amico, tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dengan menghormati hak serta martabat warga binaan. "Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba serta mencegah keberadaan handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar)," ujarnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0