Kota Padang Gagal ke Final, Tanah Datar Rebut Perunggu dan Perpanjang Puasa Medali Hampir 30 Tahun
Tim sepakbola Kota Padang kalah 0-1 dari Tanah Datar dalam perebutan medali perunggu Porprov XVI Sumbar 2026. Gol M. Nofal Tahir menit 75 memastikan Kota Padang pulang tanpa medali dan memperpanjang puasa medali sejak 1997. Pelatih Dodi Hirwan mengapresiasi perjuangan pemain, sementara Tanah Datar bersyukur capai target meski persiapan terbatas.
Langkah Kota Padang untuk meraih medali di cabang sepakbola Porprov XVI Sumatera Barat 2026 harus berakhir pahit. Dalam laga perebutan tempat ketiga yang digelar di Stadion Utama Sumatera Barat, Padang Pariaman, Rabu (14/10/2026), tim asuhan Dodi Hirwan menyerah 0-1 dari Kabupaten Tanah Datar.
Kekalahan ini membuat Kota Padang pulang tanpa medali dari cabang sepakbola. Catatan tersebut sekaligus memperpanjang puasa medali tim sepakbola Kota Padang di ajang Porprov Sumbar, yang terakhir kali meraih emas pada 1997 atau hampir 30 tahun silam.
Sejak awal pertandingan, Kota Padang berupaya mengambil inisiatif serangan. Penetrasi Satria Pratama dan Irsyadul Fikri beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Tanah Datar. Namun, rapatnya barisan belakang lawan membuat peluang yang tercipta tidak berbuah gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Kota Padang meningkatkan intensitas dengan memasukkan David Silva dan Frans Maulana. Sayangnya, tekanan yang dibangun justru membuka ruang bagi Tanah Datar untuk melancarkan serangan balik. Pada menit ke-75, M. Nofal Tahir berhasil menjebol gawang Kota Padang dan membawa Tanah Datar unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Kota Padang berusaha keras menyamakan kedudukan. Peluang sempat hadir melalui situasi tendangan sudut yang berujung gol, namun wasit Bayu Pratama tidak mengesahkan gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran lebih dulu. Hingga peluit panjang, kedudukan tetap 1-0 untuk Tanah Datar.
Pelatih Kota Padang, Dodi Hirwan, tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. "Terima kasih kepada adik-adik saya yang berjuang habis-habisan pada hari ini. Walaupun tidak mendapatkan perunggu, sebagai pemain kita harus siap menerima hasil dari permainan," ujarnya usai laga. Dodi juga berharap Porprov ke depan dapat lebih baik dari segi persiapan tim, pemain, pelaksana, maupun perangkat pertandingan.
Di kubu Tanah Datar, pelatih Gusnedi Adang bersyukur target medali perunggu tercapai. "Alhamdulillah, apa yang kita targetkan tercapai pada hari ini dengan maksimal. Para pemain dan ofisial juga memberikan dukungan dan hari ini Tanah Datar berhasil mengukir sejarah lagi dengan meraih medali perunggu," tuturnya. Ia mengakui persiapan tim terkendala terbatasnya waktu latihan, hanya enam kali pertemuan.
Meski demikian, Gusnedi berharap keikutsertaan di Porprov menjadi batu loncatan bagi pemain muda Tanah Datar. "Semoga Porprov ini menjadi batu loncatan bagi adik-adik. Mudah-mudahan dengan banyaknya pencari bakat yang hadir pada hari ini, ada beberapa pemain kita yang terpilih ke Porwil, PON, atau EPA," pungkasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)