Trump Sebut Serangan ke Pemimpin Tertinggi Iran Kelewatan, Klaim 159 Kapal AL Iran Hancur
Presiden AS Donald Trump mengakui serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai tindakan kelewatan. Dalam rapat umum di Youngstown, Ohio, Trump juga mengklaim Angkatan Laut dan Udara Iran hancur serta Iran kehilangan 159 kapal perang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei merupakan tindakan yang kelewatan. Pengakuan itu disampaikannya dalam rapat umum menjelang pemilu sela di Youngstown, Ohio, pada Senin (12/10).
Dalam kesempatan tersebut, Trump menyinggung sulitnya proses negosiasi dengan Iran. "Kami mungkin sudah kelewatan dengan para pemimpin tapi karena kami tak tahu lagi siapa yang kita hadapi," ujarnya, seperti dikutip Jerusalem Post. Ia lantas menambahkan bahwa tidak ada seorang pun yang ingin menjadi presiden Iran.
Meski mengakui hal tersebut, Trump tetap membanggakan capaian militer AS. Ia menyebut Angkatan Laut dan Angkatan Udara Iran telah dihancurkan, dan mengklaim Iran kehilangan 159 kapal Angkatan Laut. "[Kapal-kapal] itu beristirahat dengan indah di kapal laut," kata Trump.
Politikus Partai Republik itu juga kembali menegaskan sikapnya terhadap program nuklir Iran. Menurut Trump, Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini muncul setelah Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan keraguan terhadap keputusan pemimpin Iran saat ini terkait negosiasi. Vance menekankan bahwa kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang harus membuat Iran mengurangi pengayaan nuklir secara signifikan.
Serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran terjadi pada akhir Februari. Operasi tersebut mengakibatkan tewasnya Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi pertahanan Iran lainnya. Iran tidak tinggal diam dan membalas dengan menyerang pangkalan AS di sejumlah negara Timur Tengah, bahkan menutup Selat Hormuz.
Pernyataan Trump dalam rapat umum di Ohio ini menambah dinamika ketegangan di kawasan, sekaligus menjadi sorotan menjelang pemilu sela. Ia tampaknya berupaya menyeimbangkan pengakuan atas eskalasi serangan dengan klaim keberhasilan militer serta penegasan sikap keras terhadap program nuklir Iran.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)