Korsel Target Mendarat di Bulan 2030 dan Bikin Komputer Kuantum, Ini Rencana Besarnya

Korea Selatan mengumumkan rencana ambisius Seven Major SEED untuk mengamankan pertumbuhan ekonomi baru, termasuk pendaratan di Bulan pada 2030, pengembangan komputer kuantum 100-qubit pada 2029, komersialisasi SMR pada 2035, dan chip otak pada 2035. Program ini digagas Presiden Lee Jae Myung di tengah persaingan global dan tantangan demografi.

Aug 15, 2026 - 06:10
Aug 15, 2026 - 06:10
 0
Korsel Target Mendarat di Bulan 2030 dan Bikin Komputer Kuantum, Ini Rencana Besarnya
Korsel Target Mendarat di Bulan 2030 dan Bikin Komputer Kuantum, Ini Rencana Besarnya

Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan mengumumkan rencana besar untuk menguasai teknologi masa depan, mulai dari pendaratan di Bulan hingga pengembangan komputer kuantum. Inisiatif yang diberi nama Seven Major SEED ini digagas langsung oleh Presiden Lee Jae Myung dalam sebuah pertemuan di Blue House, dan dirancang untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di luar semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).

Dalam program tersebut, Korsel menargetkan sejumlah pencapaian monumental, seperti komersialisasi reaktor modular kecil (SMR) pada 2035, pendaratan wahana di Bulan pada 2030, serta pengembangan komputer kuantum 100-qubit pada 2029. Selain itu, pemerintah juga berambisi mengkomersialkan chip otak pada 2035. Presiden Lee menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memanfaatkan momentum industri semikonduktor dan AI yang sedang berkembang pesat.

"Tujuh proyek SEED yang kita bahas hari ini akan menjadi mesin pertumbuhan generasi penerus sekaligus aset strategis utama nasional," ujar Lee, seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (12/8). Menteri Sains Bae Kyung Hoon menambahkan bahwa inisiatif ini mencakup sektor SMR, energi fusi, energi terbarukan generasi baru, teknologi kuantum, kedirgantaraan, bioteknologi, serta rantai pasok mineral kritis.

Rencana ini diluncurkan di tengah tantangan menyusutnya populasi usia produktif dan melambatnya pertumbuhan ekonomi Korsel. Persaingan global untuk menguasai teknologi masa depan juga semakin ketat, sehingga program ini dianggap krusial bagi daya saing ekonomi dan keamanan nasional. "Kami akan mengawal benih-benih ini agar terus berkembang dan membangun Korea Selatan yang tangguh serta tak tertandingi dalam 10 hingga 20 tahun ke depan," kata Bae.

Di sektor energi, Korsel menargetkan komersialisasi SMR buatan dalam negeri pada 2035 dan mulai membangun SMR tipe non-light-water pada dekade 2030-an. Pemerintah juga mengejar pembangkit listrik berbasis fusi pada akhir dekade 2030-an. Untuk energi terbarukan, fokusnya meliputi pengembangan sel surya ultra-efisien, teknologi angin lepas pantai, sistem produksi hidrogen, dan jaringan listrik berbasis AI.

Sementara itu, di bidang teknologi kuantum, targetnya adalah membangun prosesor 100-qubit pada 2029 dan menjadi produsen chip kuantum terkemuka dunia pada 2035. Program luar angkasa mencakup misi pendaratan di Bulan pada 2030, misi kedua pada 2032, serta pembangunan jaringan satelit orbit rendah Bumi pada 2035. Korsel juga berencana mengembangkan pusat data luar angkasa dan berpartisipasi dalam program pesawat komersial generasi baru.

Pada sektor bioteknologi, pemerintah menargetkan infrastruktur AI-bio pada 2030 dan komersialisasi chip otak pada 2035, sembari mendorong penemuan obat berbasis AI, laboratorium otonom, serta terapi gen dan sel. Untuk ketahanan rantai pasok, Korsel akan memperluas pemrosesan dan daur ulang mineral kritis, meningkatkan cadangan strategis, dan mengucurkan investasi 10 triliun won (sekitar Rp125,9 triliun) untuk teknologi material hingga 2030.

Untuk mempercepat komersialisasi, pemerintah membentuk tim khusus gabungan sektor publik dan swasta. "Apakah kita akan menjadi pemimpin yang menikmati peluang tanpa batas, atau sekadar pengikut yang berisiko tertinggal, semuanya bergantung pada pilihan kita saat ini," tegas Lee.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0