Komisi XI DPR Tetapkan 2 Calon Anggota BPK, Ini Rekam Jejak Nyoman Adhi dan Khaidir Abdurrahman

Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman sebagai calon Anggota BPK RI periode 2026-2031. Keduanya memiliki latar belakang berbeda: Nyoman merupakan petahana dengan karier panjang di DJBC, sedangkan Khaidir berpengalaman di Asabri dan legislatif. Nama keduanya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI.

Oct 07, 2026 - 00:01
Updated: 8 hours ago
0 0
Komisi XI DPR Tetapkan 2 Calon Anggota BPK, Ini Rekam Jejak Nyoman Adhi dan Khaidir Abdurrahman
Komisi XI DPR Tetapkan 2 Calon Anggota BPK, Ini Rekam Jejak Nyoman Adhi dan Khaidir Abdurrahman

Komisi XI DPR RI resmi menetapkan dua nama calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk periode 2026-2031, yakni Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman. Penetapan ini menjadi tahap penting sebelum keduanya dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk mendapatkan persetujuan akhir.

Nyoman Adhi Suryadnyana bukan sosok baru di BPK. Ia saat ini menjabat sebagai Anggota I BPK RI sejak April 2022, setelah sebelumnya menduduki posisi Anggota VI BPK RI sejak November 2021. Pengalaman panjangnya di lembaga audit negara menjadi salah satu modal utama pencalonannya kembali.

Sebelum berkarier di BPK, Nyoman merupakan pegawai Kementerian Keuangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Kepala Kantor KPPBC TMP C Ternate pada 2016, Kepala Kantor KPPBC TMP C Manado pada 2017, hingga Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sulbagsel pada 2019.

Dari sisi pendidikan, Nyoman menempuh D3 Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta dan lulus pada 1997. Ia kemudian melanjutkan S1 Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) dan lulus tahun 2000, disusul S2 Ekonomi di UI pada 2005. Pada 2023, ia merampungkan S2 Akuntansi di Universitas Muslim Indonesia.

Sementara itu, Khaidir Abdurrahman memiliki rekam jejak yang tak kalah mumpuni. Pria kelahiran Aceh ini pernah menjabat sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan di Asabri, sebuah lembaga keuangan publik yang bergerak di bidang asuransi sosial.

Di dunia politik, Khaidir pernah menjadi anggota DPRK Aceh Utara periode 2009-2014. Karier legislatifnya berlanjut dengan menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi IX periode 2014-2019.

Dari latar belakang pendidikan, Khaidir meraih gelar Sarjana Ilmu Politik di Universitas Malikussaleh pada 2016. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Magister Administrasi Publik di universitas yang sama pada 2019.

Dengan penetapan ini, publik menantikan langkah selanjutnya di Rapat Paripurna DPR RI. Kedua calon diharapkan mampu membawa BPK semakin profesional dalam mengawal pengelolaan keuangan negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User