Jaringan 5G XLSmart Tembus 70 Kota, Yogyakarta dan Solo Masuk Daftar
XLSmart memperluas jaringan 5G ke 70 kota/kabupaten, termasuk DIY dan Solo. Perusahaan menargetkan 101 kota pada 2026 dengan cakupan menyeluruh. Trafik data di Yogyakarta-Solo tumbuh 17 persen, tertinggi di Sleman 32 persen. Perluasan juga menyasar Magelang dan Tegal pada November 2026.
XLSmart terus mempercepat perluasan jaringan 5G di Indonesia. Kini cakupan jaringan generasi kelima tersebut telah menjangkau 70 kota/kabupaten, termasuk sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Solo.
"Dengan adanya network (5G) yang sudah lebih di 70 kota ini, maka tiga brand XLSmart yaitu XL kemudian Smartfren dan Axis, kita yakin akan mempunyai experience yang sama ketika menikmati 5G," ujar Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, dalam Media Update & Experience XL Ultra 5G+ XLSmart Jawa Tengah di Solo, Kamis (15/10).
Merza menyebut pihaknya menargetkan 101 kota/kabupaten dapat menikmati jaringan 5G pada 2026. Cakupan tersebut dihadirkan secara blanket atau menyeluruh, bukan sekadar menghadirkan kecepatan akses internet. Ia berharap konektivitas yang dibangun XLSmart dapat membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup.
"Karena dengan 5G mereka akan banyak belajar, mengakses apapun dengan mudah. Dan tentu saja dalam perekonomian, 5G akan sangat membantu perekonomian baik dari UMKM maupun untuk bisnis-bisnis yang besar," tutur Merza.
Di wilayah Jawa Tengah dan DIY, jaringan 5G XLSmart telah menjangkau 23 kota dan kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta. Infrastruktur XLSmart di kedua provinsi didukung lebih dari 40.000 BTS, termasuk lebih dari 9.600 BTS 5G.
Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, menjelaskan pendekatan 5G Blanket Coverage bertujuan agar pelanggan dapat mengakses jaringan generasi kelima di lebih banyak lokasi. "Fokus kami bukan semata-mata memperluas cakupan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan untuk mendukung aktivitas digital masyarakat, baik di kawasan pendidikan, permukiman, perdagangan, transportasi, maupun destinasi wisata," kata Shurish.
Di Yogyakarta, kawasan yang menjadi perhatian pengembangan jaringan meliputi Malioboro, Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Candi Prambanan, Jogja Expo Center (JEC), dan Stadion Kridosono. Sementara di Solo, pengembangan jaringan mencakup Stasiun Solo Balapan, Stadion Manahan, dan Pura Mangkunegaran.
Perluasan tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan trafik data internet XLSmart di wilayah Yogyakarta-Solo sebesar 17 persen dalam satu tahun terakhir. Peningkatan tertinggi tercatat di Kabupaten Sleman sebesar 32 persen, disusul Kabupaten Bantul 28 persen, Kota Yogyakarta 27 persen, Kota Surakarta 17 persen, dan Kabupaten Boyolali 10 persen.
Menurut perusahaan, kebutuhan konektivitas di Yogyakarta mencakup kegiatan perkuliahan hybrid, penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI), kolaborasi tugas, hingga pembuatan konten digital. Sementara di Solo, kebutuhan internet berkembang seiring pemanfaatan platform digital oleh pelaku perdagangan dan UMKM, antara lain untuk mengelola marketplace, berkomunikasi dengan pelanggan, serta melakukan live selling.
XLSmart menyebut jaringan 5G yang dikembangkan menawarkan potensi kecepatan lebih tinggi, waktu respons lebih rendah, serta kapasitas lebih besar dibandingkan 4G. Melalui merek XL, pelanggan dapat mengakses jaringan tersebut menggunakan pilihan paket XL Ultra 5G+ yang menawarkan kecepatan lebih tinggi. Perusahaan juga merencanakan perluasan 5G Blanket Coverage ke Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kota Tegal pada November 2026.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)