Iran Bales Serangan AS, Dua Pangkalan Militer di Yordania Jadi Sasaran Rudal Balistik

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang dua pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, yakni Pangkalan King Hussein dan Al Azraq, menggunakan rudal balistik pada Senin (31/8). Serangan ini merupakan balasan atas serangan AS ke Pulau Larak sehari sebelumnya yang dinilai menargetkan peluncur roket Iran di dekat Selat Hormuz.

Oct 04, 2026 - 16:02
Updated: 14 hours ago
0 0
Iran Bales Serangan AS, Dua Pangkalan Militer di Yordania Jadi Sasaran Rudal Balistik
Iran Bales Serangan AS, Dua Pangkalan Militer di Yordania Jadi Sasaran Rudal Balistik

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap dua pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Senin (31/8). Serangan tersebut diaku sebagai bentuk balasan atas aksi militer AS yang menyasar Pulau Larak pada Minggu (30/8).

Dalam pernyataannya yang dikutip Al Jazeera, IRGC menyebut kedua pangkalan yang menjadi target adalah Pangkalan King Hussein dan Al Azraq. Serangan itu dilakukan dengan menggunakan rudal balistik.

IRGC mengklaim serangan tersebut berhasil menghancurkan infrastruktur teknis dan perbaikan, serta lokasi penempatan pesawat tempur (fighter) di kedua pangkalan tersebut. Mereka menyatakan bahwa agresi dan kejahatan tidak akan menyelesaikan keputusasaan musuh dalam upaya melemahkan kendali Iran atas Selat Hormuz.

"Setiap serangan juga akan menerima balasan yang lebih menghancurkan," tegas IRGC dalam keterangannya.

Serangan balasan ini dipicu oleh aksi militer AS pada Senin dini hari yang menargetkan peluncur roket Iran di Pulau Larak. Militer AS menilai bahwa IRGC sedang bersiap untuk meluncurkan roket dengan ranjau laut ke arah Selat Hormuz.

Serangan AS tersebut merupakan yang pertama dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, konflik antara kedua negara sempat mereda dan telah memasuki enam bulan.

Pada hari yang sama, IRGC juga mengutuk keras serangan AS ke Pulau Larak dan menegaskan komitmennya untuk membalas agresi Washington. Eskalasi ini menandai babak baru ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah periode jeda yang relatif tenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User