Indonesia di Cincin Api, Prabowo Sebut Erupsi dan Gempa Sebagai Takdir yang Harus Dihadapi

Presiden Prabowo Subianto menyebut rentetan gempa dan erupsi gunung api sebagai konsekuensi Indonesia yang berada di Ring of Fire. Ia menekankan pentingnya penambahan anggaran mitigasi bencana. Sementara itu, ahli IABI Daryono menilai aktivitas Cincin Api saat ini masih dalam batas normal dan tidak berdampak signifikan bagi Indonesia.

Oct 4, 2026 - 08:02
Oct 4, 2026 - 08:02
 0
Indonesia di Cincin Api, Prabowo Sebut Erupsi dan Gempa Sebagai Takdir yang Harus Dihadapi
Indonesia di Cincin Api, Prabowo Sebut Erupsi dan Gempa Sebagai Takdir yang Harus Dihadapi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa rangkaian bencana alam yang melanda Indonesia dalam waktu berdekatan merupakan konsekuensi yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api membuat berbagai peristiwa geologis seperti gempa dan erupsi gunung api menjadi hal yang harus selalu diantisipasi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam yang digelar secara daring pada Senin (7/9). Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti sejumlah kejadian besar, mulai dari gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

"Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire, jadi ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," ujar Prabowo. Ia juga menilai peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi pemerintahannya untuk menambah alokasi anggaran mitigasi bencana secara signifikan.

Ring of Fire sendiri merupakan istilah yang merujuk pada rangkaian zona subduksi di sekitar Samudra Pasifik. Menurut Badan Oseanik dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), fenomena ini terbentuk dari pertemuan lempeng tektonik, di mana lempeng yang lebih berat menujam ke bawah lempeng lainnya. Proses tersebut memicu pelelehan batuan yang kemudian naik ke permukaan dan membentuk gunung berapi.

Data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan bahwa Ring of Fire membentang hampir 40.250 kilometer dalam bentuk tapal kuda. Kawasan ini mencakup lebih dari 450 gunung berapi, mulai dari ujung selatan Amerika Selatan, pantai barat Amerika Utara, Selat Bering, Jepang, hingga Selandia Baru. Tidak heran jika kawasan ini menjadi pusat aktivitas kegempaan dan vulkanik tertinggi di dunia.

Meski demikian, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menilai bahwa rentetan gempa di kawasan Pasifik belakangan ini bukan berarti terjadi peningkatan aktivitas di Cincin Api. Berdasarkan data USGS, sekitar 500.000 gempa terdeteksi di Bumi setiap tahunnya, dan sekitar 90 persen di antaranya terjadi di Cincin Api Pasifik. Artinya, rata-rata ada sekitar 1.200 gempa per hari di kawasan tersebut.

"Persepsi bahwa Cincin Api sedang lebih aktif biasanya dipicu oleh efek klasterisasi waktu, yaitu kondisi ketika beberapa gempa signifikan kebetulan terjadi dalam waktu yang berdekatan, serta kecepatan penyebaran informasi di media sosial," jelas Daryono. Ia menambahkan bahwa secara global, aktivitas gempa tahun ini masih berada dalam batas fluktuasi statistik yang normal.

Daryono juga memastikan bahwa gempa yang terjadi di Venezuela, Jepang, atau California tidak akan memicu gempa di Indonesia karena jarak yang sangat jauh dan sistem lempeng yang bekerja secara mandiri. Indonesia sendiri secara alami berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia. Karena itu, yang perlu terus diwaspadai adalah aktivitas pelepasan energi pada zona gempa regional dan lokal di wilayah Indonesia sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0