Ikan Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Benarkah Pertanda Gempa dan Tsunami?

Ikan oarfish sepanjang empat meter ditemukan mati terdampar di Pantai Pink, Lombok, NTB. Ikan yang dikenal sebagai 'ikan kiamat' ini kerap dikaitkan dengan pertanda gempa dan tsunami. Mitos ini berasal dari legenda Jepang 'Ryugu no tsukai', meski para ahli menegaskan belum ada bukti ilmiah yang menghubungkan kemunculan oarfish dengan bencana alam.

Sep 25, 2026 - 03:09
Sep 25, 2026 - 03:09
 0
Ikan Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Benarkah Pertanda Gempa dan Tsunami?
Ikan Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Benarkah Pertanda Gempa dan Tsunami?

Seekor ikan oarfish sepanjang empat meter ditemukan dalam kondisi mati terdampar di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ikan langka tersebut pertama kali dilihat oleh pengunjung sekitar pukul 07.30 WITA pada Selasa (25/8), dan video penemuannya langsung menyebar luas di media sosial. Kemunculan ikan ini kembali memicu perbincangan soal mitos yang selama ini melekat padanya sebagai pertanda bencana alam.

Oarfish merupakan ikan dari famili Regalecidae, yang berasal dari bahasa Latin Regalis atau berarti kerajaan. Dikutip dari laman resmi IPB, nama oarfish berasal dari bentuk tubuh dan sirip dadanya yang padat serta memanjang, menyerupai dayung atau oar. Ikan ini dinobatkan sebagai ikan terpanjang di dunia dan pertama kali ditemukan pada 1772. Habitatnya berada di laut beriklim sedang hingga tropis pada kedalaman sekitar 1.000 meter atau 3.300 kaki.

Famili oarfish terdiri dari tiga spesies, salah satunya oarfish raksasa atau Regalecus glesne. Spesies ini memiliki tulang terpanjang yang bisa tumbuh hingga 11 meter atau setara 36 kaki. Sejumlah sumber bahkan menyebut panjangnya dapat mencapai 17 meter dengan berat sekitar 270 kilogram. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), daging ikan ini bertekstur lembut dan lengket, sementara status konservasinya belum sepenuhnya dipelajari karena jarang teramati dalam keadaan hidup.

Dari sisi makanan, oarfish memakan plankton kecil karena bukaan sistem pencernaannya berukuran kecil. Ikan ini tidak memiliki gigi, melainkan penyapu insang untuk menjerat organisme kecil. Berbeda dengan ikan bertulang lain, oarfish tidak bersisik dan memiliki tekstur tubuh yang sangat lembut sehingga mudah rusak ketika berada di permukaan, meski mampu beradaptasi di kedalaman laut.

Mitos soal oarfish sebagai pembawa bencana bermula dari kumpulan cerita misteri berjudul Shokoku Rijin Dana yang diterbitkan pada abad ke-18 di Jepang. Dalam tradisi Jepang, ikan ini dikenal sebagai Ryugu no tsukai atau Pembawa Pesan dari Istana Dewa Laut. Legenda menyebut mereka terdampar di pantai sebelum terjadinya gempa bumi bawah laut. Teori ini kemudian berkembang ke ranah pseudosains, dengan spekulasi bahwa oarfish berpindah ke perairan dangkal saat merasakan perubahan elektromagnetik akibat pergerakan tektonik di patahan aktif.

Keyakinan tersebut semakin menguat setelah gempa Fukushima 2011 dan tsunami yang menewaskan lebih dari 20 ribu orang. Menurut Kyodo News, setidaknya belasan oarfish terdampar di pantai Jepang pada tahun sebelum bencana itu terjadi. Namun, Osamu Inamura, direktur Akuarium Uozu, menawarkan penjelasan yang lebih ilmiah terkait kemunculan oarfish di Teluk Toyama yang dikaitkan dengan gempa tersebut. Menurutnya, oarfish mengikuti pergerakan pasokan makanannya, sejenis udang mikro.

"Ketika pasokan udang mereka naik ke arah plankton pada siang hari, oarfish terkadang mengikuti dan tertangkap jaring nelayan," kata Inamura. Sementara itu, Penjaga Akuarium Uozu Kazusa Saiba menyatakan pergerakan oarfish mungkin dipicu perubahan halus pada kerak bumi menjelang gempa, yang dapat menyebabkan arus bergerak dan mendorong makhluk dasar laut ke permukaan. Meski demikian, Saiba menegaskan tidak ada bukti ilmiah sama sekali untuk teori bahwa oarfish muncul di sekitar gempa besar. "Tapi kami tidak bisa 100 persen menyangkal kemungkinan itu. Bisa jadi pemanasan global berdampak pada munculnya oarfish atau alasan yang tidak kita sadari," tandasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0