Komdigi Panggil Meta ke Kantor, Minta Penjelasan Soal Peretasan dan Suspend Massal Akun WhatsApp

Komdigi memanggil perwakilan Meta ke kantornya untuk meminta keterangan langsung soal maraknya akun WhatsApp yang diretas, dipakai menyebar judi online, lalu kena suspend massal. Meta sebelumnya diberi tenggat lima hari untuk memberi klarifikasi tertulis dan menyediakan kanal aduan bagi pengguna terdampak, namun belum memberi keterangan resmi.

Sep 26, 2026 - 10:14
Sep 26, 2026 - 10:14
 0
Komdigi Panggil Meta ke Kantor, Minta Penjelasan Soal Peretasan dan Suspend Massal Akun WhatsApp
Komdigi Panggil Meta ke Kantor, Minta Penjelasan Soal Peretasan dan Suspend Massal Akun WhatsApp

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanggil perwakilan Meta ke kantornya untuk memberikan keterangan langsung terkait penanganan kasus akun WhatsApp yang diretas, digunakan mempromosikan judi online, dan berujung pada suspend massal. Langkah itu disampaikan Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar kepada CNNIndonesia, Rabu (26/8).

"Terkait penanganan kasus suspend massal akun WhatsApp, kami telah meminta kehadiran perwakilan Meta di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital guna memberikan keterangan secara langsung kepada Pemerintah," ujar Alex. Menurutnya, pemanggilan ini merupakan bentuk tanggung jawab Meta sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE) dalam menyediakan layanan yang andal bagi pengguna di Indonesia.

Sebelumnya, Alex sudah meminta Meta menyampaikan klarifikasi tertulis mengenai penyebab masalah tersebut dan langkah apa yang telah dilakukan. Ia memberi tenggat lima hari atau paling lambat Senin, 24 Agustus 2026. Selain itu, Meta diminta menyediakan kanal aduan yang bisa dimanfaatkan pengguna terdampak peretasan dan suspend akun.

Menanggapi isu suspend massal akun WhatsApp, Meta menyatakan telah menerima informasi tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, pihaknya belum memberikan keterangan resmi. "Saya terima pertanyaannya dan saya akan infokan kembali ya," kata perwakilan Meta saat dihubungi CNNIndonesia, Senin (24/8).

Kasus pengguna WhatsApp yang menjadi korban peretasan belakangan marak terjadi. Salah satu korban adalah Hesti (34), seorang karyawan swasta, yang mengaku sudah tiga kali terkena suspend. Ia menceritakan pengalamannya kepada CNNIndonesia.com.

"WhatsApp di hp tidak dibuka, saat itu lagi buka WhatsApp di web. Tiba-tiba WhatsApp di web kirim chat ke nomer yg tidak dikenal banyak banget, mungkin kira-kira 20 nomer lebih ngirim link judol," ujar Hesti. Ia pun panik dan langsung log out akunnya dari WhatsApp Web.

"Lalu buka WhatsApp di HP tidak ada sama sekali chat yg ada di web itu, setelah beberapa detik terus WhatsApp di HP minta ditinjau," tambahnya. Pemanggilan Meta oleh Komdigi menjadi langkah lanjutan setelah klarifikasi tertulis yang diminta pemerintah belum sepenuhnya terjawab.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0