Fasilitas Taman RPTRA Pedongkelan Jakbar Raib Dicuri, Warga Sebut Kondisinya Kini Nyaris Hancur
Sarana dan prasarana Taman RPTRA Pedongkelan di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, hilang dicuri oknum tak bertanggung jawab. Lampu taman, pagar besi, hingga fasilitas bermain rusak dan raib. Sudin Tamhut Jakbar belum melaporkan ke polisi karena menunggu laporan pamdal. Warga menyebut taman kini nyaris 99 persen hancur.
Sejumlah fasilitas di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, dilaporkan hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Lampu taman, pagar, dan sejumlah sarana lain dilaporkan satu per satu raib dari tempatnya.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat, Dirja Kusuma, membenarkan adanya kehilangan tersebut. Menurutnya, laporan mengenai hilangnya fasilitas taman itu berasal dari Satuan Pelaksana Tamhut kecamatan.
"Laporan dari Satpel Tamhut kecamatan memang hilang, ada yang dicuri," ujar Dirja saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Meski demikian, Dirja mengaku pihaknya belum membuat laporan resmi ke polisi. Sesuai prosedur, laporan seharusnya dibuat terlebih dahulu oleh petugas pengamanan dalam (pamdal) sebelum diteruskan oleh Sudin Tamhut kepada Aparat Penegak Hukum (APH).
"Belum, karena harusnya kalau sesuai arahan, dari pamdal yang membuat laporan, nanti baru kita teruskan ke APH," jelasnya.
Selain kasus pencurian, sejumlah fasilitas taman juga mengalami kerusakan, seperti sarana bermain anak, pot semen, dan fasilitas lainnya. Dirja menyebut pihaknya telah mengecek lokasi bersama Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) setempat dan berencana segera melakukan perbaikan menggunakan material yang tersedia di stok.
"Kita sudah cek lokasi bersama Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) di sana. Setelah dicek, rencananya, kita akan memperbaiki secepatnya menggunakan material yang ada di stok kami," tutur Dirja.
Tim juga telah melakukan inventarisasi terhadap kehilangan dan kerusakan fasilitas untuk menghitung kebutuhan material. Saat ini, tim sedang mengukur berapa meter pagar yang dicuri untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, warga sekitar Taman Pedongkelan, Santi (47), mengungkapkan bahwa kondisi taman saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Ia menyebut area publik tersebut kini hampir 99 persen hancur.
"Kalau dibilang sekarang, mah, sudah hampir 99 persen hancur, sudah enggak kayak dulu," ucap Santi.
Santi menuturkan pagar besi di sejumlah bagian taman sudah banyak yang hilang, begitu pula bangku dan fasilitas lainnya yang tidak lagi lengkap. Lampu penerangan taman pun banyak yang mati sehingga suasana malam menjadi gelap dan kurang nyaman bagi warga yang ingin bersantai atau berolahraga.
"Dulu terang, terus bagus dilihat juga. Kita senang melihatnya, nongkrong juga betah, apalagi yang olahraga," imbuh Santi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0