Dirut PGE Ahmad Yani Pimpin Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Targetkan 3 GW Potensi Baru

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API/INAGA) periode 2026-2029 melalui Munas XII di Jakarta. Ia bertekad memperkuat peran asosiasi dalam mendorong pengembangan panas bumi nasional, dengan memetakan potensi 3 GW yang siap dikembangkan dari total 24 GW potensi Indonesia.

Sep 15, 2026 - 03:20
Updated: 29 days ago
0 0
Dirut PGE Ahmad Yani Pimpin Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Targetkan 3 GW Potensi Baru
Dirut PGE Ahmad Yani Pimpin Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Targetkan 3 GW Potensi Baru

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani resmi dipercaya memimpin Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)/Indonesian Geothermal Association (INAGA) untuk masa bakti 2026-2029. Penetapan itu berlangsung lewat Musyawarah Nasional (Munas) XII API/INAGA yang digelar pada Kamis (20/08/2026) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

Ahmad Yani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berharap dapat memberi kontribusi nyata bagi pengembangan industri panas bumi nasional selama memimpin asosiasi.

Dalam menjalankan amanah sebagai Ketua Umum API/INAGA, Ahmad Yani berkomitmen melanjutkan berbagai upaya yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya. Ia juga ingin memperkuat posisi asosiasi dalam mendorong pertumbuhan industri panas bumi di dalam negeri.

Menurut Ahmad Yani, pengembangan panas bumi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, penyedia teknologi, hingga masyarakat. Kolaborasi itu dinilai penting untuk membentuk ekosistem industri yang lebih kuat dan kompetitif.

"Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, yakni 24 gigawatt (GW). API akan terus menjadi partner terpercaya pemerintah dalam mendorong pengembangannya, termasuk dengan mengawal roadmap kedaulatan energi pemerintah. Saat ini, kami telah memetakan potensi sebesar 3 GW yang dapat dikembangkan. Akan tetapi, pengembangannya dihadapi oleh tantangan, termasuk bagaimana menciptakan iklim investasi yang semakin feasible dan bankable. Perlu perbaikan skema tarif, usulan insentif, serta keberpihakan yang diperlukan agar industri panas bumi dapat tumbuh. Di saat yang sama, kita perlu memastikan kesiapan SDM, teknologi, dan aspek sosial dalam setiap pengembangan proyek," ujar Ahmad Yani.

Terpilihnya Ahmad Yani bertepatan dengan momentum 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia. Satu abad silam, pengeboran sumur panas bumi pertama dilakukan di Kamojang, Jawa Barat, yang menjadi titik awal pengembangan panas bumi di Tanah Air. Meski demikian, pemanfaatan panas bumi saat ini baru sekitar 11 persen dari total potensi nasional. Momentum satu abad ini menjadi pijakan bagi Ahmad Yani untuk membuka babak baru melalui penguatan keekonomian proyek, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Ahmad Yani bukan sosok baru di industri panas bumi. Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dan telah menekuni seluruh rantai industri, dari hulu hingga hilir. Kompetensinya mencakup reservoir engineering, eksplorasi dan eksploitasi, operasi produksi, serta pengeboran (drilling).

Sebelum dipercaya sebagai Direktur Utama PGE pada Januari 2026, Ahmad Yani menjabat Direktur Operasi PGE sejak 2023. Ia juga pernah mengemban sejumlah posisi strategis di PGE, seperti General Manager Area Lahendong, Manager Drilling Planning & Support, Manager Operation PGE Area Lahendong, serta Manager Reservoir & Engineering. Selama menjadi Direktur Operasi, ia turut mendorong sejumlah inisiatif teknologi dan inovasi, antara lain pilot project green hydrogen di Ulubelu serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic.

Dari sisi pendidikan, Ahmad Yani menuntaskan Sarjana Teknik Perminyakan di Universitas Islam Riau pada 2003 dan meraih gelar Magister Ilmu Fisika dengan fokus Geothermal Exploration dari Universitas Indonesia pada 2023. API/INAGA sendiri merupakan organisasi yang mendukung pengembangan energi panas bumi di Indonesia melalui kerja sama industri, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain, termasuk dalam mendorong kemajuan teknologi, pengetahuan, serta pemanfaatan energi panas bumi secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User