Curiosity Kirim Panorama 360 Derajat Mars, Pola Sarang Lebah Raksasa Bikin Ilmuwan Takjub
Rover Curiosity NASA memotret panorama 360 derajat dari lembah Valle Grande di Mars, memperlihatkan pola retakan poligonal raksasa yang belum pernah terlihat sebelumnya. Temuan ini menambah daftar kejutan penjelajahan Curiosity selama 14 tahun, termasuk bukti lingkungan purba Mars yang mungkin mendukung kehidupan.
Jakarta - Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali memanjakan publik dengan citra terbaru permukaan Mars. Kali ini, rover Curiosity mengirimkan panorama 360 derajat dari sebuah lembah yang dijuluki Valle Grande, memperlihatkan pemandangan yang belum pernah terekam sebelumnya.
Panorama yang diambil pada 19 dan 20 Juni 2026 itu menampilkan bentang alam yang dipenuhi pola menyerupai sarang lebah, yang dikenal sebagai retakan poligonal. Setiap pola memiliki lebar sekitar 4 hingga 8 sentimeter, dan membentang ke segala arah sejauh mata memandang.
Curiosity sebenarnya pernah menemukan pola geometris serupa di area kecil, namun NASA mengakui belum pernah melihatnya dalam skala sebesar yang ditemukan di Valle Grande. Pola poligonal itu bahkan menyelimuti sisi sebuah bukit kecil bernama Miraflores, yang tingginya sekitar 6 meter dan puncaknya tertutup lapisan pasir tebal.
Ilmuwan proyek Curiosity, Ashwin Vasavada dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, mengungkapkan kekagumannya. "Kami telah melihat banyak lanskap menarik melalui mata Curiosity, tetapi lautan poligon ini benar-benar membuat kami takjub," ujarnya pada Rabu (29/7) dalam pernyataan resmi NASA. "Kami mengukur bentuk dan komposisi kimianya dengan cermat dan berharap data tersebut menyimpan petunjuk mengenai bagaimana fitur-fitur ini terbentuk."
Sebagian pola poligonal yang pernah ditemukan Curiosity sebelumnya diketahui berasal dari retakan lumpur. Namun, NASA menjelaskan tekstur sarang lebah tersebut bisa terbentuk melalui beberapa proses berbeda, seperti siklus perubahan suhu panas dan dingin, atau tekanan yang memeras air keluar dari sedimen saat permukaan terkubur.
Temuan ini menjadi salah satu dari banyak kejutan yang dihadirkan Curiosity sejak mendarat di Mars pada 5 Agustus 2012. Selama hampir 14 tahun menjelajah Planet Merah, rover tersebut telah menemukan kristal sulfur, meteorit mengilap, hingga beragam fitur geologi lainnya.
Curiosity juga menghasilkan sejumlah temuan penting tentang lingkungan Mars purba. NASA menyebut bukti yang dikumpulkan rover menunjukkan Mars pada masa lalu memiliki air, unsur kimia, dan nutrisi yang dapat mendukung kehidupan mikroba. Miliaran tahun lalu, danau dan aliran air pernah tersebar di kaki Gunung Sharp, gunung setinggi sekitar 5 kilometer yang mulai didaki Curiosity sejak 2014.
Rover juga menemukan jejak kimia dari sejarah Mars yang kaya air, termasuk molekul berbasis karbon yang dianggap sebagai prekursor RNA dan DNA, asam nukleat pembawa informasi genetik. Meski ilmuwan belum dapat memastikan apakah molekul organik tersebut terbentuk melalui proses biologis atau geologis, NASA menegaskan kedua kemungkinan itu masih terbuka. Penemuan ini memperkuat bukti bahwa Mars purba pernah memiliki kondisi kimia yang sesuai untuk mendukung kehidupan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)