Cuaca Buruk Jadi Kendala, BAKTI Komdigi Mundurkan Target Pemulihan Palapa Ring Tengah ke 15 Agustus
BAKTI Komdigi menunda target pemulihan jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai dari 11 menjadi 15 Agustus 2026 akibat cuaca buruk yang memaksa penghentian sementara pekerjaan. Perbaikan kabel bawah laut di kedalaman 3.400 meter ini dilakukan sebagai langkah preventif setelah anomali akibat gempa. Tiga kabupaten di Sulawesi Utara terdampak, dan BAKTI mengoptimalkan 286 titik internet dengan SATRIA 1.
Jakarta – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merevisi target pemulihan jaringan Palapa Ring Tengah. Perbaikan kabel optik bawah laut pada Segmen Melonguane-Morotai yang semula ditargetkan selesai pada 11 Agustus 2026, kini dijadwalkan rampung pada 15 Agustus 2026.
Penundaan ini dipicu oleh kondisi cuaca buruk yang melanda lokasi perbaikan pada 7–9 Agustus 2026. Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, menjelaskan bahwa tim terpaksa menghentikan sementara pekerjaan demi keselamatan, yang berdampak pada penyesuaian jadwal penyelesaian.
"Kondisi cuaca buruk yang terjadi di lokasi perbaikan pada tanggal 7-9 Agustus 2026 lalu, mengharuskan tim melakukan stop work sementara sebagai langkah keselamatan, yang turut berdampak pada penyesuaian waktu penyelesaian," ujar Darien kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/8).
Darien menambahkan bahwa keputusan ini didasarkan pada progres pekerjaan dan kondisi operasional aktual di lapangan. "Berdasarkan progres pekerjaan dan kondisi operasional aktual di lapangan, terdapat penyesuaian terhadap target penyelesaian perbaikan. Dengan mempertimbangkan tahapan pekerjaan yang masih berlangsung, target link up kini diproyeksikan selesai pada tanggal 15 Agustus 2026," tuturnya.
Kerusakan pada kabel optik bawah laut ini berupa putus serat optik sebagian, bukan putus total. Restorasi dilakukan sebagai tindakan preventif untuk mencegah gangguan yang lebih luas pada layanan telekomunikasi di wilayah kepulauan utara Sulawesi Utara. Anomali pada jalur kabel laut ini diduga dipicu oleh aktivitas tektonik, termasuk gempa bumi magnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026 dan beberapa gempa kuat lainnya di segmen Melonguane-Morotai.
Titik kerusakan terdeteksi di kedalaman laut sekitar 3.400 meter, sekitar 95 kilometer dari Terminal Station (TS) Morotai. Kondisi laut dalam ini menuntut penanganan khusus dengan kapal yang mampu melakukan deep-sea cable laying and jointing.
Dampak gangguan ini dirasakan langsung oleh tiga kabupaten di Sulawesi Utara, yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna), Kabupaten Kepulauan Talaud (Melonguane), dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) di Ondong Siau.
Untuk menjaga konektivitas masyarakat selama masa restorasi, BAKTI mengoptimalkan 286 titik layanan akses internet eksisting yang tersebar di wilayah terdampak. Rinciannya, 106 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 48 titik di Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan 132 titik di Kabupaten Kepulauan Talaud. Seluruh titik tersebut dioptimalkan dengan memanfaatkan satelit SATRIA 1.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0