BMKG Ungkap Kapan Dampak El Nino Mulai Reda di Indonesia, Ini Prediksi Lengkapnya
BMKG memprediksi El Nino bertahan hingga awal 2027, namun dampaknya terhadap kekeringan di Indonesia diperkirakan mulai berkurang pada pertengahan Oktober saat musim hujan tiba. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut pengaruh El Nino hanya signifikan saat musim kemarau, sementara indeks Niño 3.4 masih menunjukkan El Nino kuat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Nino masih akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Meski demikian, dampak kekeringan yang dirasakan Indonesia diperkirakan tidak akan bertahan selama itu karena pengaruhnya mulai melemah seiring datangnya musim hujan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan pengaruh El Nino akan berkurang secara signifikan ketika memasuki pertengahan Oktober. Menurutnya, begitu musim hujan tiba, El Nino nyaris tidak lagi memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca di Tanah Air.
"Jadi, nanti pengaruh El Nino akan berkurang tidak signifikan ketika minggu masuk pertengahan dari Oktober. Ketika musim hujan telah datang, maka El Nino relatif tidak memiliki pengaruh," ujar Faisal dalam acara Insight with Desi Anwar, Jumat (28/8).
El Nino sendiri merupakan anomali iklim yang muncul saat suhu permukaan laut di ekuator Samudera Pasifik naik di atas kondisi normalnya. Akibatnya, curah hujan di sejumlah wilayah mengalami penurunan.
Faisal menjelaskan, apabila El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau, kondisi kemarau akan terasa lebih kering dan berlangsung lebih lama. BMKG dalam sejumlah analisisnya telah memperkirakan Indonesia menghadapi musim kemarau yang lebih panjang serta lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir.
Secara umum, El Nino terjadi dalam siklus 3 hingga 7 tahun sekali dan dapat bertahan selama 9 sampai 12 bulan. Kendati demikian, menurut Faisal, dampaknya baru terasa signifikan di Indonesia ketika negara ini berada di musim kemarau.
"Ketika El Nino terjadi, kira-kira 9-12 bulan panjangnya. Tapi yang mempengaruhi Indonesia adalah ketika kita di musim kemarau saja," ungkap Faisal.
BMKG mencatat fenomena El Nino berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027. Berdasarkan data per Senin (31/8), indeks Niño 3.4 dasarian masih berada di angka +2.37, sementara nilai Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -15,6. Indikator tersebut menandakan bahwa El Nino dengan intensitas kuat tengah berlangsung.
Saat ini, sekitar 80 persen wilayah Indonesia sedang memasuki musim kemarau, dengan puncaknya sebagian besar terjadi pada Agustus.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0