BMKG: El Nino Diprediksi Berlangsung hingga Awal 2027
BMKG memprediksi El Nino akan bertahan hingga awal 2027, dengan intensitas kuat yang berpotensi melebihi kategori super. Fenomena ini berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air, risiko kebakaran hutan, dan kesehatan masyarakat. BMKG mengimbau kesiapsiagaan dini melalui penyesuaian pola tanam dan pengelolaan irigasi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa prediksi ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers daring di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut data BMKG, kondisi kering yang dominan saat ini sejalan dengan dinamika iklim global. Indeks Niño 3.4 tercatat sebesar +2,26, sementara Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2. Angka-angka ini mengindikasikan El Nino dengan intensitas kuat yang berpotensi semakin menguat pada tahun ini.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa kekuatan El Nino saat ini telah melampaui ambang batas kategori kuat. Suhu permukaan laut di Pasifik menunjukkan indeks Nino 3.4 di atas 1,5 derajat Celsius, tepatnya lebih dari 1,56 derajat Celsius. Sementara itu, indeks negatif di Samudra Hindia sebesar -0,38 mengindikasikan peluang terjadinya Indian Ocean Dipole yang biasanya menyertai El Nino.
BMKG memprediksi puncak El Nino akan terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027. Fase puncak ini diperkirakan akan melewati batas kategori El Nino kuat. Profesor riset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin menyebutkan bahwa pemantauan satelit menunjukkan suhu El Nino saat ini sudah mencapai 1,74 derajat Celsius, melampaui intensitas maksimum El Nino 2023 yang sebesar 1,6 derajat Celsius. Ia menambahkan bahwa suhu diperkirakan akan terus naik dan bisa mencapai lebih dari 2 derajat Celsius pada Agustus, yang masuk kategori super.
Dampak El Nino kali ini diperkirakan lebih parah dibandingkan tahun 2023. Sektor pertanian dan ketersediaan air menjadi yang paling terdampak, dengan risiko gangguan fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, dan peningkatan potensi puso akibat defisit air. Selain itu, El Nino juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara, serta gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit akibat paparan suhu panas.
Menghadapi situasi ini, BMKG mengimbau agar langkah antisipatif dilakukan sejak dini. Penyesuaian pola tanam, pengelolaan irigasi yang lebih efisien, dan pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan di sektor pertanian menjadi langkah yang disarankan. Kesiapsiagaan semua pihak diperlukan untuk meminimalkan dampak buruk dari fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung panjang ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0