263 Hari di Laut Tanpa Singgah, Awak Kapal Induk AS Disebut Nekat Lompat ke Laut
Kapal induk USS Abraham Lincoln disebut seperti penjara terapung bagi 5.000 awaknya setelah bertugas 263 hari tanpa singgah. Stres berat, fasilitas buruk, dan upaya bunuh diri dilaporkan terjadi. Keluarga awak mengungkapkan kekhawatiran mereka kepada pimpinan Angkatan Laut, sementara seorang anggota Kongres menyoroti kondisi memprihatinkan di kapal.
Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, disebut seperti penjara terapung bagi ribuan awaknya. Setelah bertugas selama 263 hari berturut-turut tanpa singgah di daratan, para pelaut dilaporkan mengalami stres berat, bahkan beberapa di antaranya nekat mencoba melompat ke Laut Arab.
Kondisi fasilitas di atas kapal disebut sangat buruk. Toilet rusak, dinding berjamur, fasilitas binatu mati berminggu-minggu, dan air panas tidak tersedia dalam waktu lama. Jatah makan pun disebut hanya setengah cangkir nasi dan dua lembar tortilla, tanpa sabun, deodoran, atau pasta gigi.
Puncaknya, terjadi perkelahian di antara awak kapal yang menewaskan sedikitnya tujuh orang. Insiden ini menjadi sorotan setelah media militer Navy Times dan Stars and Stripes melaporkan adanya beberapa kali percobaan melompat dari kapal karena para awak sudah tidak tahan dengan penugasan yang berkepanjangan.
Keluarga awak kapal yang khawatir menggelar pertemuan emosional dengan pimpinan Angkatan Laut di San Diego pada Kamis lalu. Sekitar 200 anggota keluarga hadir, dan salah seorang istri mengungkapkan bahwa suaminya mengirim pesan singkat yang menyatakan "ia berharap tidak bangun lagi keesokan harinya."
Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut, Hung Cao, hadir dalam pertemuan tersebut. Seorang wanita dalam pertemuan itu mengatakan kepada Cao bahwa Angkatan Laut telah "merusak kepercayaan antara kami dan pihak pimpinan."
Navy Times membeberkan rincian upaya bunuh diri yang digagalkan. Annabelle Loma menceritakan bahwa suaminya sempat mencoba melompat ke laut setelah masa tugasnya terus diperpanjang. "Dia ketakutan. Dia mengira akan diberhentikan secara tidak hormat, dan hanya karena dia mengalami kelelahan mental yang parah, kariernya selama 13 tahun hancur begitu saja," ujarnya.
Istri pelaut lain juga mengungkapkan bahwa suaminya berhasil mencegah rekan sesama awak kapal melompat dengan menarik dan membawa mereka kembali ke geladak.
Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Mike Levin, yang mewakili California, menyuarakan keprihatinan mendalam. Di platform X, ia menggambarkan kondisi di kapal dengan rincian seperti "kamar mandi berjamur, toilet rusak, fasilitas binatu mati berminggu-minggu, ketiadaan air panas dalam waktu lama, serta jatah makan yang hanya berupa setengah cangkir nasi dan dua lembar tortilla. Tidak ada sabun, deodoran, ataupun pasta gigi."
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0