Jakarta Masuk 15 Besar Kota dengan Transportasi Publik Terbaik Dunia, MRT Jadi Andalan

Jakarta menempati posisi ke-15 kota dengan transportasi publik terbaik dunia versi survei Time Out 2026 dengan skor 79,2 persen. MRT Jakarta dinilai berperan besar, dengan 4,42 juta penumpang pada September 2026. Meski fasilitas dianggap setara kota global, panjang rute MRT baru 15,7 km dan baru sepertiga warga Bodetabek yang terlayani transportasi umum.

Oct 17, 2026 - 16:02
Updated: 13 hours ago
0
Jakarta Masuk 15 Besar Kota dengan Transportasi Publik Terbaik Dunia, MRT Jadi Andalan
Jakarta Masuk 15 Besar Kota dengan Transportasi Publik Terbaik Dunia, MRT Jadi Andalan

Jakarta berhasil menempati urutan ke-15 dalam daftar kota dengan transportasi publik terbaik di dunia versi survei majalah perjalanan Time Out. Dalam survei yang melibatkan 24 ribu responden di berbagai negara pada 2026 itu, Jakarta meraih skor 79,2 persen berdasarkan penilaian warga terhadap layanan transportasi umum di kotanya.

Responden diminta menilai transportasi umum menggunakan skala 1 hingga 5, mulai dari sangat buruk sampai sangat baik. Hasil akhirnya dihitung dari persentase penilaian positif warga. Skor yang diraih Jakarta mencerminkan pandangan positif terhadap kondisi transportasi umum di ibu kota, dengan MRT Jakarta disebut turut berkontribusi dalam pemeringkatan tersebut.

Dari sisi jumlah penumpang, layanan MRT Jakarta tercatat digunakan sekitar 4,42 juta orang sepanjang September 2026. Angka itu naik dibandingkan catatan Badan Pusat Statistik per Agustus 2026 yang mencapai 4,06 juta penumpang.

Sejumlah pengguna mengaku mendapat pengalaman berbeda saat naik MRT Jakarta. Marwah Purnama Sari (35) bahkan menyebut naik MRT Jakarta terasa seperti sedang liburan di luar negeri. Transportasi yang bersih, lingkungan yang tertata, serta suasana tertib menjadi daya tarik utama baginya. Sebelumnya, pengalaman semacam itu hanya ia temukan ketika berkunjung ke negara lain.

Hal serupa disampaikan Mohammad Ilham (30), karyawan perbankan swasta di kawasan Juanda, Jakarta Pusat. Ia memilih MRT Jakarta ketika ingin menikmati ibu kota dari sudut pandang berbeda. Menurut pria yang akrab disapa Ilham itu, MRT menawarkan kenyamanan dan ketepatan waktu yang menjanjikan. "Kalau pas kepepet pilihannya MRT, karena cepat dan terjadwal, jadi enggak buang waktu," ujarnya.

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai fasilitas MRT Jakarta layak disandingkan dengan moda transportasi global. Menurut dia, orang Indonesia lebih tertib dan bersih, serta fasilitas yang tersedia tidak kalah, bahkan ada tempat sholat yang tidak ditemukan di negara lain.

Meski begitu, Djoko menyoroti pekerjaan rumah besar yang masih menanti. Rute MRT Fase 1 yang beroperasi saat ini baru sepanjang 15,7 km, membentang dari Stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Panjang itu jauh dibandingkan jaringan MRT Singapura yang mencapai 245,2 km. Djoko juga menyebut dalam sehari ada 4 juta orang dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masuk ke Jakarta, namun baru sepertiga yang dapat dilayani transportasi umum.

Ia merinci, LRT Jabodebek mengangkut sekitar 115 ribu penumpang per hari, Commuter Line 1,1 juta penumpang, MRT Jakarta 127 ribu penumpang, dan Trans Jabodetabek 55 ribu penumpang. Karena itu, Djoko menekankan perlunya penambahan kapasitas, seperti rute Transjabodetabek, Jabodebatek Residence Connexion di 127 kawasan perumahan mewah, serta mikrotrans di Jakarta. Saat ini sudah beroperasi 18 rute Transjabodetabek dan 87 rute mikrotrans yang dijalankan PT Trans Jakarta. Dengan penambahan itu, ia berharap jumlah penumpang yang terlayani bertambah sepertiga dalam 4 hingga 5 tahun ke depan.

Di sisi lain, pembangunan MRT terus berlanjut. Jaringan baru Fase 2A akan melayani rute sepanjang 6 km, dan per 25 September 2026 progresnya telah mencapai 65,1 persen dari target 63,04 persen. MRT Jakarta menargetkan penyelesaian segmen satu Bundaran HI-Monas pada akhir 2027 dan segmen dua hingga Kota pada akhir 2029. Perusahaan juga merencanakan perluasan jangka panjang, termasuk jaringan lintas timur-barat sepanjang 84,1 km dari Karang Tengah, Tangerang hingga Cikarang, Bekasi, serta lintas lingkar luar 10,9 km dari Fatmawati hingga Kampung Rambutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User