UEFA Siapkan Rencana Rotasi Kursi Presiden FIFA, Langkah untuk Gulingkan Infantino?
UEFA tidak hanya berencana menggulingkan Gianni Infantino dari kursi presiden FIFA, tetapi juga menyiapkan skema rotasi kepemimpinan antar konfederasi. Rencana ini dibahas dalam pertemuan di Salzburg, Austria, dan mendapat dukungan solid dari negara-negara anggota UEFA.
Jakarta, CNN Indonesia -- UEFA dikabarkan tidak hanya berniat menggulingkan Gianni Infantino dari kursi presiden FIFA, tetapi juga telah menyusun rencana terkait tata cara pemilihan presiden FIFA di masa depan. Langkah ini muncul setelah kontroversi rencana penjualan saham Piala Dunia yang sempat digulirkan Infantino, meski kemudian dibatalkan.
Sejak saat itu, UEFA menjadi salah satu pihak yang paling vokal menentang kepemimpinan Infantino. Negara-negara anggota UEFA tampak solid dan tidak terpecah dalam menyikapi persoalan ini. Beberapa hari lalu, UEFA bersama AFC dan CONCACAF bahkan telah mengeluarkan surat bersama yang menegaskan sikap mereka.
Tidak hanya fokus pada upaya menggulingkan Infantino, UEFA juga menjajaki gagasan untuk memutar atau merotasi kursi presiden FIFA. Tujuannya adalah untuk mengurangi konsentrasi kekuasaan di induk organisasi sepak bola dunia tersebut.
Dilansir dari The Independent, UEFA berencana membagi jatah presiden FIFA untuk konfederasi-konfederasi di dalamnya. Dengan demikian, posisi nomor satu FIFA kelak akan dihuni secara bergantian oleh perwakilan dari UEFA, AFC, CONCACAF, CONMEBOL, CAF, dan OFC.
Pembicaraan mengenai rencana rotasi presiden FIFA ini disebut-sebut berlangsung di Salzburg, Austria. Pertemuan tersebut digelar saat orang-orang berpengaruh di FIFA dan UEFA berkumpul dalam rangka partai Piala Super Eropa.
Rotasi kepemimpinan sebenarnya bukan hal baru dan sudah lazim diterapkan di badan-badan kontinental seperti Uni Eropa serta lembaga multinasional lainnya. Gagasan ini juga akan dilengkapi dengan penguatan administrasi yang signifikan di sekitar lingkaran kepresidenan.
Di tengah langkah tegas UEFA, hingga saat ini Infantino masih mendapat dukungan dari banyak negara. Namun, rencana rotasi ini menjadi sinyal kuat bahwa UEFA serius ingin mengubah lanskap kepemimpinan FIFA.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0