Turki dan Pakistan Siap Kirim Pasukan ke Arab Saudi, Aktifkan Pertahanan Kolektif Lawan Houthi
Turki dan Pakistan sepakat mengerahkan pasukan militer untuk membantu Arab Saudi menghadapi serangan Houthi. Kesepakatan ini diumumkan Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman setelah koalisi Riyadh, Turki, dan Pakistan mengaktifkan langkah pencegahan kolektif dalam kerangka aliansi pertahanan yang menyerupai NATO.
Turki dan Pakistan resmi menyatakan kesepakatan untuk mengerahkan kekuatan militer guna membantu Arab Saudi dalam menghadapi serangan kelompok milisi Houthi Yaman. Kesepakatan ini menandai pengaktifan aliansi pertahanan antara Riyadh, Ankara, dan Islamabad yang sebelumnya telah disepakati pada Agustus lalu.
Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman dalam pernyataannya pada Senin (5/10) mengungkapkan bahwa komite pertahanan bersama telah menyetujui langkah-langkah pencegahan kolektif. Menurutnya, keputusan itu diambil sebagai respons atas serangan yang belakangan ini menghantam wilayah Kerajaan.
"Komite sepakat untuk mengaktifkan langkah-langkah pencegahan kolektif, dalam kerangka aliansi, sebagai tanggapan atas serangan dan semua pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut," ujar Khalid bin Salman seperti dikutip Al Jazeera.
Ia menambahkan bahwa aliansi tersebut telah menegaskan kembali solidaritas dan persatuan negara-negara anggotanya dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai serangan keji terhadap Kerajaan dan tempat-tempat suci. Pernyataan ini mempertegas komitmen ketiga negara untuk saling melindungi.
Pakta pertahanan yang diteken Turki, Saudi, dan Pakistan pada Agustus lalu memiliki prinsip serupa dengan NATO. Dalam kesepakatan itu, serangan terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota aliansi. Prinsip ini menjadi dasar hukum bagi pengaktifan langkah pencegahan kolektif.
Sebelumnya, pada September lalu, Turki telah menyatakan kesiapan membantu Arab Saudi setelah Negeri Minyak itu menjadi target serangan bertubi-tubi Houthi. Pakistan juga pada waktu yang sama menegaskan bahwa serangan apa pun terhadap Saudi dapat memicu pengaktifan pakta Mekkah.
Dalam pernyataan terpisah pada Senin, Kementerian Luar Negeri Pakistan menegaskan bahwa Islamabad dan Ankara akan menyediakan pasukan serta kemampuan militer yang telah disepakati. Kedua negara juga berkomitmen memastikan pengerahan cepat pasukan ke Arab Saudi.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Houthi mengklaim telah menyerang bandara internasional King Khalid di Riyadh dan kilang minyak Aramco di Rabigh. Klaim ini menambah ketegangan di kawasan dan mempercepat langkah respons dari aliansi pertahanan.
Situasi semakin memanas karena pernyataan itu juga disampaikan beberapa jam setelah pasukan koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan ke Mocha. Serangan tersebut bertujuan merebut kembali wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Houthi, menandai eskalasi konflik yang semakin luas di Yaman.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)