Trump Akui Pesawat Bomber B-1 Ditarik dari Inggris, Ternyata Ada Ancaman Nyata
Presiden AS Donald Trump mengakui penarikan seluruh pesawat pengebom B-1 dari pangkalan RAF Fairford, Inggris, dilakukan karena adanya ancaman. Penarikan ini menyusul penangkapan sejumlah pria dengan van putih di dekat pangkalan, meski tidak ditemukan bahan peledak. PM Inggris Andy Burnham menyebut ada indikasi kuat keterkaitan Iran dengan plot teror tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa keputusan menarik seluruh pesawat pengebom B-1 dari pangkalan militer AS di Inggris diambil karena adanya ancaman. Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan di Gedung Putih sebelum bertolak ke Nebraska.
"Ya, saya rasa kita bisa mengatakan itu. Maksud saya, mereka tidak terbang secara tidak sengaja," ujar Trump, seperti dikutip Anadolu Agency. Ia menambahkan bahwa ada sejumlah ancaman yang membuat pihaknya memilih menarik pesawat daripada memancing musuh. "Daripada memancing musuh, kita akan menangkap musuh dan mengalahkan mereka," lanjutnya.
Penarikan seluruh pesawat B-1 milik Angkatan Udara AS dari pangkalan RAF Fairford tersebut terjadi setelah penangkapan sejumlah pria yang berada di dalam van putih di dekat lokasi. Mereka sempat diduga melanggar Undang-Undang Bahan Peledak. Namun, pihak berwenang kemudian tidak menemukan bahan peledak apa pun di dalam van tersebut, dan para pria itu telah dibebaskan dengan jaminan.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham sebelumnya menyatakan ada "indikasi kuat" bahwa Iran terlibat dalam plot teror di Fairford. Pangkalan udara RAF Fairford di Gloucestershire memang telah lama digunakan oleh pasukan Amerika Serikat dan NATO.
Sejak Maret, Washington memanfaatkan pangkalan tersebut untuk melancarkan serangan terhadap situs rudal Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz. Pada September, militer AS mengaku menerima peringatan dari intelijen AS dan negara-negara Barat bahwa pangkalan Fairford menjadi target potensial serangan yang didukung Iran.
Keputusan penarikan pesawat bomber ini menambah ketegangan di tengah situasi keamanan global yang memanas, terutama terkait hubungan AS dengan Iran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Pentagon mengenai dampak penarikan tersebut terhadap operasi militer AS di kawasan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)