Tragis! Remaja 15 Tahun Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Terseret Arus Batang Arau
Tim SAR gabungan menemukan JP (15) dalam kondisi meninggal setelah dua hari terseret arus Sungai Batang Arau, Padang. Korban hilang saat mandi bersama tiga temannya, tiga lainnya selamat. Pencarian melibatkan Basarnas, Polairud, BPBD, dan relawan.
Tim SAR gabungan akhirnya mengakhiri pencarian korban terseret arus Sungai Batang Arau, Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat. JP (15), remaja yang dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8/2026), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (16/8) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 08.05 WIB di koordinat 1°4'48"S – 100°16'19"T, atau sekitar 8,8 nautical mile dari lokasi kejadian. Sebelumnya, JP terseret arus saat mandi bersama tiga rekannya setelah pulang sekolah, sekitar pukul 17.30 WIB.
Dantim Lapangan Basarnas Padang, Riko Pradinata, menjelaskan bahwa warga yang melihat kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan. Tiga korban lainnya berhasil diselamatkan, yaitu Orlen Ananta Purnama Gulo (12), Rivaldo Laia (13), dan Mai Putra Jaya Zega (13). Namun, JP tidak ditemukan hingga akhirnya operasi pencarian dilanjutkan.
Operasi SAR pada Minggu pagi dimulai pukul 06.45 WIB dengan membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menyisir menggunakan Landing Craft Rubber (LCR) dari lokasi kejadian menuju titik A sejauh satu kilometer. SRU 2 melakukan pencarian dengan LCR radius lima nautical mile ke arah perairan laut Kota Padang, sedangkan SRU 3 menggunakan RIB 02 dengan radius 15 nautical mile.
Setelah korban ditemukan, tim langsung mengevakuasi jenazah ke posko dan membawanya menggunakan ambulans menuju RSUP Dr. M. Djamil Padang. Pada pukul 08.30 WIB, dilakukan debriefing terhadap seluruh unsur yang terlibat sebelum personel kembali ke kesatuan masing-masing.
Operasi pencarian ini melibatkan personel Basarnas, Polairud Polda Sumbar, BPBD Kota Padang, Satrol, Brimobda, KSB, RRI, serta masyarakat. Berbagai peralatan SAR dikerahkan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi.
Dengan ditemukannya korban, Riko mengusulkan penutupan operasi SAR. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya mandi di sungai berarus deras, terutama bagi anak-anak.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)