Taiwan Sengaja Perpelan Internet di Tengah Latihan Perang, Ini Alasannya
Taiwan memperlambat internet seluler di wilayah tengah sebagai simulasi gangguan komunikasi saat latihan perang tahunan. Langkah ini untuk mengantisipasi serangan China atau bencana alam. Latihan berpusat di Taichung, dengan sirene dan pesan teks kepada warga. Latihan serupa akan digelar di Taipei, dan militer juga melakukan simulasi di Penghu.
Taiwan mengambil langkah tidak biasa dengan sengaja memperlambat internet seluler di sebagian besar wilayah tengahnya pada Senin (10/8). Tindakan ini merupakan bagian dari latihan perang tahunan yang bertujuan mensimulasikan gangguan komunikasi yang mungkin terjadi jika negara tersebut menghadapi serangan dari China atau bencana alam.
Latihan pembatasan internet atau throttling ini berpusat di Taichung, salah satu kota besar di wilayah tengah Taiwan. Selama latihan, hanya layanan dasar telepon seluler yang dapat digunakan, sementara layanan lain seperti ATM, lampu lalu lintas, telepon rumah, dan internet tetap berfungsi normal.
Sirene serangan udara berbunyi di Taichung dan warga diminta mengosongkan jalan mulai pukul 14.30 waktu setempat. Pemerintah juga mengirim pesan teks dalam bahasa China dan Inggris kepada pengguna ponsel mengenai simulasi serangan udara terhadap infrastruktur komunikasi.
Seorang warga bernama Lin Hong-chun mengaku telah mengetahui latihan ini sebelumnya. "Seperti dalam perang Rusia-Ukraina, mereka tidak memiliki internet. Selain itu mungkin karena Taiwan sedikit lebih berisiko, jadi latihan semacam ini bisa membuat semua orang memahami situasi saat itu, apa yang mungkin terjadi dan bagaimana merespons," ujarnya kepada Reuters.
Meski secara umum mendukung latihan tersebut, sebagian warga mengeluhkan dampaknya terhadap aktivitas mereka. Latihan serupa dijadwalkan kembali digelar pada Kamis (13/8) di wilayah utara Taiwan, termasuk ibu kota Taipei.
Simulasi gangguan internet ini merupakan bagian dari rangkaian latihan perang tahunan Taiwan. Pada hari yang sama, militer Taiwan juga melakukan simulasi menghadapi serangan pendaratan udara China di Kepulauan Penghu, yang merupakan bagian dari latihan Han Kuang selama 10 hari.
Dalam latihan di Penghu, pasukan Taiwan menggunakan tank M60A3, berbagai jenis artileri, dan senjata antipesawat. Militer menyebut pasukan membentuk sistem pertahanan "berlapis" untuk menghadapi simulasi musuh yang berusaha melakukan pendaratan cepat di pesisir.
Penghu, yang berada di Selat Taiwan, dipandang oleh para ahli strategi sebagai salah satu kemungkinan sasaran awal Beijing. Wilayah ini dapat digunakan sebagai pangkalan untuk menyerang Taiwan menggunakan rudal dan drone. Pasukan cadangan dari Penghu juga dilibatkan dalam latihan tersebut sebagai bagian dari program pelatihan selama 14 hari.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0