SpaceX Siapkan Rp1.770 Triliun untuk Bangun Starbase Baru di Louisiana, Roket Perdana Meluncur 2029

SpaceX berencana membangun kompleks peluncuran roket di Pecan Island, Louisiana selatan, dengan nilai proyek US$100 miliar atau sekitar Rp1.770 triliun. Louisiana Starbase akan menempati 50,5 ribu hektar pesisir, mulai dibangun tahun depan, dan peluncuran roket pertama ditargetkan pada 2029. Proyek ini diklaim mampu menangani ribuan peluncuran per tahun serta membuka 3.000 lapangan kerja baru.

Sep 25, 2026 - 03:09
Sep 25, 2026 - 03:09
 0
SpaceX Siapkan Rp1.770 Triliun untuk Bangun Starbase Baru di Louisiana, Roket Perdana Meluncur 2029
SpaceX Siapkan Rp1.770 Triliun untuk Bangun Starbase Baru di Louisiana, Roket Perdana Meluncur 2029

SpaceX menyiapkan langkah besar dengan merencanakan pembangunan kompleks peluncuran roket terbesar miliknya di kawasan selatan Louisiana, Amerika Serikat. Proyek bernilai US$100 miliar atau setara Rp1.770 triliun itu akan menempati lahan pesisir seluas 50,5 ribu hektar di Pecan Island dan difungsikan sebagai pusat pengembangan roket sekaligus satelit berbasis kecerdasan buatan.

Kompleks yang disebut Louisiana Starbase ini akan melengkapi jaringan peluncuran SpaceX yang selama ini terpusat di Texas dan Florida. Pembangunannya dilakukan bersamaan dengan tahap akhir pengembangan roket generasi terbaru perusahaan. Menurut SpaceX, konstruksi dimulai tahun depan dan peluncuran roket pertama direncanakan pada 2029.

Presiden SpaceX Gwynne Shotwell menyatakan starbase tersebut dirancang untuk menangani ribuan peluncuran roket setiap tahun. Meski menetapkan target ambisius, ia menegaskan bahwa pencapaiannya tetap akan mempertimbangkan hambatan teknis dan mematuhi regulasi yang berlaku.

Untuk mendukung operasional yang mandiri, kompleks ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari produksi bahan bakar metana, pembangkit listrik, pelabuhan, bandara, hingga bengkel sendiri. Dengan begitu, SpaceX dapat memenuhi seluruh kebutuhannya tanpa bergantung pada infrastruktur di luar perusahaan.

Shotwell juga menegaskan pembangunan tersebut tidak akan menghabiskan seluruh lahan yang sangat luas. Sebagian besar area akan dipertahankan tetap alami tanpa dibangun apa pun. Video animasi SpaceX turut memperlihatkan sejumlah titik peluncuran yang dikelilingi ruang terbuka hijau.

SpaceX telah menyusun rencana lingkungan dan upaya pemulihan lahan rawa serta garis pantai Pecan Island. Kawasan itu berfungsi sebagai penyangga alami yang melindungi daratan dari banjir saat curah hujan tinggi. Shotwell menyebut perusahaannya akan turut mendanai perlindungan, pemulihan, dan pengelolaan lingkungan selama pembangunan Louisiana Starbase berlangsung.

Lahan yang akan dipakai sebelumnya sempat menjadi objek sengketa antara perusahaan migas ExxonMobil dan pemerintah lokal terkait kasus kerusakan lingkungan. Gugatan tersebut mencapai kesepakatan damai pada Juli, sehingga membuka jalan bagi SpaceX untuk mengambil alih lahan pesisir sepanjang 29 kilometer itu.

Ekspansi SpaceX di wilayah selatan AS memang terus berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan telah membangun pusat data AI di Tennessee dan Mississippi, fasilitas internet satelit Starlink di Austin, serta merencanakan pabrik produksi chip di Texas. Proyek Louisiana Starbase pun mendapat dukungan penuh pemerintah setempat, dengan SpaceX berupaya membuka setidaknya 3.000 lapangan kerja baru.

Gubernur Jeff Landry menilai Louisiana Starbase memiliki makna lebih dari sekadar teknologi dan keuntungan. "Ini menghadirkan lapangan kerja bagi keluarga kita. Ini membawa momentum bagi masyarakat kita, dan ini adalah bentuk perlindungan bagi pesisir kita," ujarnya. Sementara CEO SpaceX Elon Musk memandang kapal luar angkasa penting bagi tujuan perusahaan memperluas jaringan Starlink yang direncanakan mengorbitkan ribuan satelit pemroses data dan AI. Roket-roket tersebut juga dinilai akan berkontribusi langsung dalam misi program Artemis NASA.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0