Singapura Tuding 10 Perusahaan Picu Karhutla, APP Group Buka Suara soal Tudingan Itu

Pemerintah Singapura melalui NEA menuding 10 perusahaan terlibat karhutla yang asapnya diduga mencapai Singapura. APP Group, pemasok dua perusahaan yang masuk daftar, membantah dan menegaskan seluruh pemasoknya mematuhi kebijakan tanpa pembakaran. Sejumlah perusahaan lain mengakui api masuk ke konsesi mereka dan tengah berupaya memadamkannya.

Oct 20, 2026 - 20:02
Updated: 12 hours ago
0
Singapura Tuding 10 Perusahaan Picu Karhutla, APP Group Buka Suara soal Tudingan Itu
Singapura Tuding 10 Perusahaan Picu Karhutla, APP Group Buka Suara soal Tudingan Itu

Pemerintah Singapura terus menyoroti keterlibatan sejumlah perusahaan dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Badan Lingkungan Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) sebelumnya mengirim surat peringatan kepada tujuh perusahaan pada Jumat (16/10), sebelum akhirnya menambah tiga perusahaan lain ke dalam daftar pada Senin (19/10).

Langkah NEA itu didasarkan pada analisis peta, data meteorologi, dan citra satelit. Perusahaan-perusahaan tersebut diwajibkan mencegah penyebaran api serta menyerahkan rencana rinci pengendalian situasi di lapangan.

Dua dari tujuh perusahaan penerima surat pertama adalah PT Bumi Andalas Permai dan PT Bumi Mekar Hijau yang mengoperasikan perkebunan di Sumatra Selatan. Keduanya tercatat sebagai pemasok bagi APP Group, raksasa industri pulp dan kertas.

Menanggapi hal itu, manajemen APP dalam pernyataan resmi pada Sabtu (17/10) menegaskan bahwa seluruh pemasoknya mematuhi kebijakan tanpa pembakaran atau zero-burning policy. Namun, perwakilan PT Bumi Mekar Hijau dan PT Bumi Andalas Permai tidak memberikan tanggapan saat dihubungi melalui panggilan telepon.

Desakan juga datang dari bursa saham Singapura yang meminta perusahaan tercatat dengan kegiatan pertanian dan perkebunan di Indonesia menjelaskan soal kebakaran hutan dan lahan gambut. Kencana Agri Ltd. dan Bumitama Agri Ltd. mengonfirmasi kepada otoritas bursa bahwa api telah meluas masuk ke wilayah konsesi mereka dan tim perusahaan tengah berupaya memadamkannya.

Wilmar International Ltd. melaporkan telah berhasil memadamkan sejumlah titik api kecil di area konsesinya, sekaligus menegaskan bahwa sumber api berasal dari luar area perkebunan mereka. Sementara Golden Agri-Resources Ltd. bersikap berbeda dengan mengklaim tidak ada bukti yang menunjukkan kegiatan operasional mereka menjadi penyebab atau berkontribusi terhadap kabut asap.

Menteri Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu menyatakan tiga perusahaan baru yang terindikasi berlokasi di Kalimantan. Ia juga menyebut tujuh perusahaan yang diungkap sebelumnya belum memberikan respons kepada NEA, seperti dilansir Channel News Asia (CNA).

Adapun daftar perusahaan yang terindikasi terlibat karhutla mencakup PT Bumi Andalas Permai, PT Bumi Mekar Hijau, PT Paramitra Mulia Langgeng, PT Sumatera Alam Anugerah, PT SBA Wood Industries, PT Hutan Lestari Raya, PT Bangkanesia, PT Buana Megatama Jaya, PT Mananjung Hayak, dan PT Baratama Putra Perkasa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User