Serapan Beras Bulog Tembus 102 Persen, Dirut Rizal Ramdhani Optimistis Capai 130 Persen Akhir 2026
Perum Bulog mencatat serapan beras dalam negeri telah menembus 102 persen atau lebih dari 4 juta ton. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memproyeksikan capaian itu bisa mencapai 130 persen dari target pemerintah pada akhir 2026, didorong kebijakan harga gabah kering panen Rp6.500 per kilogram.
Perum Bulog mencatat capaian penyerapan beras dalam negeri telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Hingga awal Oktober, serapan beras Bulog sudah menembus 102 persen atau setara lebih dari 4 juta ton.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan capaian tersebut saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (8/10). Menurutnya, angka itu masih berpeluang terus bertambah karena tahun belum berakhir.
"Kenapa saya sampaikan bisa terjadi? Karena sekarang serapan Bulog itu sudah tercapai 100 persen, yaitu lebih dari 4 juta ton, yaitu sekitar 102 persen di hari ini. Ini belum sampai Desember. Nanti kalau sampai Desember estimasi kami, itu bisa sampai 130 persen dari target yang diberikan oleh Bapak Presiden," ujar Rizal.
Rizal menilai keberhasilan serapan yang besar ini tidak terlepas dari keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian. Salah satu bentuknya adalah kepastian kebijakan dan penetapan harga pembelian gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.
Dengan kebijakan harga itu, ia memastikan seluruh gabah milik petani dapat terserap dengan baik oleh Bulog. Tidak ada lagi gabah yang dijual di bawah harga ketentuan.
"Sehingga tidak ada lagi harga-harga di pasaran di seluruh sawah seluruh Indonesia ini yang harganya dijual di bawah Rp6.500. Jadi, semuanya minimal Rp6.500 dan itu dibeli oleh Bulog," tegas Rizal.
Atas dasar itu, Bulog optimistis target swasembada pangan berkelanjutan dapat terus dipertahankan. Menurut Rizal, pencapaian tersebut akan memperkokoh stabilitas ekonomi sekaligus ketahanan pangan nasional ke depan.
"Oleh karena itu, kemungkinan besar swasembada pangan berkelanjutan itu sangat mungkin terjadi tahun 2026 ini. Itu adalah mungkin kado terbaik 2 tahun pemerintahan Bapak Presiden," tandasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)