PSI Singapura Sentuh 91, Kabut Asap Karhutla Indonesia Mulai Terasa

Singapura meningkatkan kewaspadaan setelah Indeks Standar Polutan (PSI) menyentuh angka 91 pada Senin (24/8) siang. Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) memantau peningkatan titik panas dan kepulan asap yang terdeteksi di Kalimantan, Sumatra Selatan, dan Riau. Kondisi kering diperkirakan berlanjut sepanjang pekan ini sehingga kabut asap berpotensi sesekali memengaruhi Singapura.

Sep 28, 2026 - 05:21
Sep 28, 2026 - 05:21
 0
PSI Singapura Sentuh 91, Kabut Asap Karhutla Indonesia Mulai Terasa
PSI Singapura Sentuh 91, Kabut Asap Karhutla Indonesia Mulai Terasa

Singapura tengah meningkatkan pemantauan terhadap kualitas udara setelah Indeks Standar Polutan (Pollutant Standards Index/PSI) menyentuh angka 91 pada Senin (24/8) siang. Laporan The Straits Times menyebutkan bahwa pada pukul 14.00 waktu setempat, PSI 24 jam di Negeri Singa berada di kisaran 68 hingga 91, sementara konsentrasi partikel halus PM2,5 dalam satu jam terakhir tercatat antara 33ug/m3 sampai 65ug/m3.

Angka tersebut menempatkan kualitas udara Singapura pada kategori sedang. Dalam skala PSI, nilai 0 hingga 50 berarti baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 tergolong berbahaya. Adapun PM2,5 merupakan partikel polutan berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil, seperti debu, jelaga, kotoran, asap, dan tetesan cairan, yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat bertahan lama di udara.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) menyatakan pihaknya memantau dengan cermat kualitas udara menyusul meningkatnya aktivitas titik panas dan kabut asap selama akhir pekan sebelumnya. Titik panas dan gumpalan asap itu terdeteksi terutama di Kalimantan dan Sumatra Selatan. Berdasarkan catatan NEA, sejumlah kepulan asap juga ditemukan di Riau.

NEA memperingatkan bahwa kondisi kering diperkirakan berlangsung sepanjang pekan ini. Dengan angin yang bertiup dominan dari selatan atau tenggara, bukan tidak mungkin akan terjadi periode kabut asap sesekali yang memengaruhi Singapura. Otoritas menegaskan akan mengeluarkan peringatan yang diperlukan apabila kualitas udara memburuk.

Masyarakat diimbau memantau informasi terkini soal kualitas udara melalui situs web NEA, situs mikro kabut asap, dan aplikasi myENV. Selain itu, warga disarankan mengikuti panduan berbasis tingkat PM2,5 saat merencanakan aktivitas luar ruangan dalam waktu dekat.

Singapura bukan satu-satunya negara yang rentan terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia. Malaysia juga dilaporkan mulai merasakan dampaknya, dengan tujuh wilayah mencatat polusi udara yang nyaris sangat parah pada Minggu (23/8) dan Senin (24/8). Titik panas disertai kepulan asap telah terdeteksi di kawasan Sumatra bagian selatan dan tengah serta sejumlah wilayah Kalimantan.

Jika kebakaran meluas, asap karhutla berpotensi menyelimuti Singapura. Situasi ini membuat otoritas di Negeri Singa terus bersiaga dan mengingatkan publik agar tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0