Prabowo Pastikan Sensus Ekonomi Bukan untuk Intip Harta Rakyat, Ini Fungsinya
Presiden Prabowo Subianto menegaskan data sensus ekonomi yang dikumpulkan BPS tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi rakyat. Sensus ini justru penting untuk menyusun anggaran yang lebih tepat, menghitung PDB, dan mengelola defisit negara. Prabowo meminta masyarakat mengisi sensus dengan jujur.
Presiden Prabowo Subianto memberikan jaminan bahwa data sensus ekonomi yang tengah dijalankan Badan Pusat Statistik (BPS) tidak akan dimanfaatkan pemerintah untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi warga. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato Pembacaan RAPBN dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (15/8).
Prabowo menjelaskan bahwa sensus ekonomi yang berlangsung hingga akhir Agustus 2026 melibatkan 251.000 petugas sensus yang bekerja di seluruh desa di Indonesia. Ia menekankan pentingnya memastikan kegiatan ini berhasil, sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat dan bermanfaat.
Kepala negara juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dengan mengisi sensus sejujur-jujurnya. Ia menegaskan bahwa data yang dikumpulkan BPS tidak akan digunakan untuk mengajar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan, melainkan untuk kepentingan perencanaan pembangunan.
"Data dari sensus ekonomi akan digunakan untuk kita bisa lebih tepat menyusun anggaran," ujar Prabowo. Pembaruan data ini dinilai sangat penting untuk mengalkulasi Produk Domestik Bruto (PDB) yang menjadi dasar pengelolaan rasio defisit belanja negara secara lebih baik.
Sebagai contoh, dalam RAPBN 2027, pemerintah mengasumsikan PDB mencapai Rp27.987 triliun. Dengan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun, defisit APBN diperkirakan sebesar 2,04 persen terhadap PDB. Namun, jika PDB ternyata lebih besar, defisit negara akan menjadi lebih kecil.
Selain itu, hasil sensus ekonomi 2026 juga akan digunakan untuk memperbarui data tunggal sosial dan ekonomi nasional. Prabowo menegaskan bahwa sensus ekonomi ini sangat penting bagi perencanaan pembangunan yang lebih akurat.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan bahwa disiplin fiskal tidak berhenti ketika anggaran disahkan. Disiplin fiskal harus terus dijaga hingga tahap eksekusi setiap rupiah yang dibelanjakan, agar penggunaan anggaran negara benar-benar efektif dan tepat sasaran.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)