Prabowo Beberkan 10 Agenda Besar RAPBN 2027, dari Renovasi Puskesmas hingga Bursa Komoditas

Presiden Prabowo Subianto memaparkan 10 langkah besar dalam RAPBN 2027 di hadapan DPR RI, mencakup renovasi 10 ribu puskesmas, revitalisasi 441 RSUD, renovasi sekolah, pembentukan bursa komoditas, optimalisasi aset BUMN, hingga percepatan kendaraan listrik. RAPBN 2027 menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen dengan belanja negara Rp4.097,2 triliun.

Aug 20, 2026 - 01:10
Aug 20, 2026 - 01:10
 0
Prabowo Beberkan 10 Agenda Besar RAPBN 2027, dari Renovasi Puskesmas hingga Bursa Komoditas
Prabowo Beberkan 10 Agenda Besar RAPBN 2027, dari Renovasi Puskesmas hingga Bursa Komoditas

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan 10 agenda strategis yang akan menjadi fondasi transformasi Indonesia dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Agenda tersebut disampaikan dalam pidato penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangannya di DPR RI, Jumat (14/8).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa RAPBN 2027 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Hari ini saya akan menggunakan kesempatan berbicara di majelis yang terhormat ini untuk menyampaikan setidaknya 10 langkah besar yang akan menjadi tahap berikutnya dari transformasi Indonesia," ujarnya.

Salah satu prioritas utama adalah pembenahan layanan kesehatan. Pemerintah berencana merenovasi 10 ribu puskesmas di 7.285 kecamatan mulai 2027, dengan alokasi anggaran sekitar Rp4 miliar per puskesmas. Selain itu, akan dilakukan renovasi atau pembangunan 514 laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) di seluruh kabupaten/kota, yang ditargetkan selesai paling lambat 2030.

Di sektor rumah sakit, pemerintah akan membangun dan merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar setiap kabupaten/kota memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. RSUD tersebut akan difokuskan pada penanganan penyakit dengan tingkat kematian tinggi seperti kanker, jantung, stroke, dan ginjal, serta penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Prabowo juga menyebut bahwa sebelumnya telah dibangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, dengan 20 di antaranya sudah beroperasi.

Di bidang pendidikan, pemerintah menargetkan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan selesai paling lambat 2029, dengan percepatan pada 2027 dan 2028. Sekolah juga akan dilengkapi dengan layar pintar interaktif (IFP), dan pada akhir Desember 2026 setiap sekolah akan menerima tambahan tiga unit IFP. "Sekolah adalah tempat anak-anak Indonesia membangun masa depannya. Tetapi masih ada anak yang belajar dengan atap bocor, dinding retak, toilet rusak, dan ruang kelas yang tidak aman," tegas Prabowo. Pemerintah juga menargetkan seluruh sekolah negeri bebas dari pungutan biaya.

Dalam upaya memperkuat ekonomi, pemerintah akan mengoperasikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai 1 Januari 2027. Bursa ini bertujuan membangun Indonesia Reference Price atau harga referensi bagi komoditas ekspor utama. "Kita bukan hanya ingin menjadi penghasil komoditas dunia. Kita harus menjadi penentu harga komoditas dunia," kata Prabowo. Ketentuan penyelenggaraannya akan dibahas bersama DPR RI dan ditargetkan terbit paling lambat 17 September 2026.

Selain itu, pemerintah akan mempercepat optimalisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk tanah, gedung, jaringan, dan fasilitas yang belum dimanfaatkan maksimal. Prabowo mengungkapkan bahwa 290 BUMN yang tidak produktif telah ditutup, dan menargetkan jumlah BUMN pada akhir 2026 maksimal 300 perusahaan yang produktif. Aset yang belum optimal akan dibuka untuk kerja sama dengan swasta melalui proses yang terbuka, kompetitif, dan akuntabel, dengan tetap menjaga kepemilikan strategis negara.

RAPBN 2027 sendiri memiliki belanja negara Rp4.097,2 triliun, pendapatan Rp3.426 triliun, dan pembiayaan Rp671,2 triliun. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen, inflasi 2,5 persen, dan penurunan angka kemiskinan ke kisaran 6-6,5 persen pada 2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0