Polisi Prancis Didakwa Usai Granat Gas Air Mata Patahkan Rahang Siswa 14 Tahun

Seorang polisi Prancis didakwa setelah granat gas air mata yang dilempar mengenai kepala siswa 14 tahun bernama Eden hingga menyebabkan patah rahang ganda. Insiden terjadi di Saint-Ouen-l'Aumône dekat Paris pada 28 September. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez meluncurkan penyelidikan. Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang demo besar siswa yang menuntut perbaikan pendidikan dan berujung kerusuhan.

Oct 07, 2026 - 08:02
Updated: 2 days ago
0 0
Polisi Prancis Didakwa Usai Granat Gas Air Mata Patahkan Rahang Siswa 14 Tahun
Polisi Prancis Didakwa Usai Granat Gas Air Mata Patahkan Rahang Siswa 14 Tahun

Seorang anggota kepolisian Prancis resmi didakwa oleh jaksa wilayah Pontoise pada Selasa (6/10) setelah aksinya melempar proyektil menyebabkan seorang pelajar sekolah menengah atas mengalami patah rahang. Insiden yang menjadi sorotan ini terjadi pekan lalu di Saint-Ouen-l'Aumône, kawasan pinggiran Paris.

Korban merupakan remaja laki-laki berusia 14 tahun bernama Eden. Ia menderita patah tulang rahang ganda akibat terkena hantaman granat gas air mata tepat di bagian kepala pada 28 September. Menurut pengacara yang mendampingi korban, Eden harus menjalani operasi besar yang sangat serius sebagai dampak dari luka yang dideritanya.

Kondisi Eden saat ini masih memprihatinkan. Pada Senin (5/10), ibunya mengungkapkan bahwa putranya tidak lagi bisa makan seperti biasa. Eden hanya mampu mengonsumsi cairan dan harus menggunakan sedotan untuk makan.

Merespons kejadian tersebut, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez langsung memerintahkan penyelidikan. Langkah ini diambil untuk mengusut tuntas insiden yang melibatkan aparatnya sendiri.

Peristiwa yang menimpa Eden terjadi di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang digelar para pelajar di Prancis. Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh keluhan mengenai minimnya tenaga pendidik di sekolah-sekolah.

Lebih dari 250 ribu siswa turun ke jalan untuk menyuarakan protes mereka. Mereka menuntut perbaikan atas kurangnya guru, buruknya fasilitas sekolah, serta ketimpangan akses pendidikan yang selama ini terjadi. Dampak dari demonstrasi ini membuat sekitar 2.000 sekolah terpaksa ditutup.

Sayangnya, unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai ini dengan cepat meluas di luar kendali. Puluhan sekolah dilaporkan dibakar atau dijarah, dan sejumlah staf pengajar turut menjadi korban luka selama kerusuhan berlangsung.

Kerugian material akibat kerusakan properti dalam demonstrasi ini diperkirakan mencapai puluhan juta euro. Kasus yang menimpa Eden menambah daftar panjang dampak dari gelombang protes yang mengguncang sistem pendidikan Prancis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User