Polisi Kejar Pelaku Wanita Penculik Dua Bocah di Kalideres, Jejaknya Terdeteksi ke Tangerang
Polisi memburu seorang wanita terduga pelaku penculikan dan perampasan kalung emas dua bocah kakak beradik di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Pelaku terlihat di CCTV bergerak ke arah Tangerang Kota. Kedua korban, KI (9) dan CI (8), ditemukan dalam keadaan syok setelah diculik saat hendak berangkat les. Polisi telah memeriksa saksi dan olah TKP.
Polisi masih memburu seorang wanita yang diduga kuat sebagai pelaku penculikan sekaligus perampasan kalung emas milik dua anak kakak beradik di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang menyatakan pihaknya telah menelusuri sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk melacak keberadaan pelaku.
"Iya, sementara begitu (pelaku diduga seorang wanita dewasa). Itu dari CCTV. Kita sudah beberapa kali ikuti beberapa rekaman CCTV di lokasi," ujar Rihold melalui pesan singkat di Jakarta, Senin. Dari penelusuran tersebut, pelaku diketahui bergerak ke arah Tangerang Kota.
"Dari CCTV yang kita ikuti berapa kali ini, (pelaku) udah sampai ke arah ke daerah Tangerang Kota," kata Rihold. Selain menganalisis rekaman CCTV, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden yang menimpa dua bocah perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) itu.
Peristiwa nahas tersebut bermula saat kedua korban hendak berangkat les ke rumah tante mereka pada Rabu (30/9) sore. Ibu korban, Juli (45), menceritakan bahwa sekitar pukul 15.15 WIB kedua putrinya berangkat mengendarai sepeda masing-masing. Perjalanan yang biasanya hanya lima menit itu ternyata tak kunjung usai, membuat keluarga curiga.
"Biasanya, perjalanan cuma lima menit. Tapi setelah setengah jam ditunggu tantenya, anak-anak belum sampai juga," ujar Juli di Jakarta, Jumat (2/10). Keluarga lalu mencari ke sepanjang rute biasa dan menemukan sepeda kedua anak tergeletak di gang belakang rumah sang tante. Warga, RT, RW, hingga Lembaga Musyawarah Desa (LMD) setempat turut menyisir keberadaan korban.
Sekitar pukul 17.50 WIB, KI ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Pelaku menurunkannya di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman. Saat ditemukan, KI dalam kondisi syok dan linglung. "Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya, adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar," tutur Juli.
Adiknya, CI, baru ditemukan usai waktu Isya sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres, arah Bandara Soekarno-Hatta. CI sempat menolak berbicara hampir satu jam sebelum akhirnya mau berkomunikasi di Pos RW setempat. Berdasarkan pengakuan kedua korban, pelaku mengintimidasi dan mendoktrin mereka agar tidak berinteraksi dengan orang lain.
"Kata ibu-ibu yang bawa aku, aku nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau diajak ngomong, katanya nggak boleh ngomong. Kalau dikasih minum, nggak boleh minum, nanti diracun," ujar Juli menirukan ucapan anak bungsunya. Pelaku yang mengendarai sepeda motor itu juga mengambil kalung emas milik kedua korban. "Pas kakak diturunin, kalungnya dicopot sama pelaku. Kalau kalung adiknya, dicopot pas dibawa pergi lagi," jelas Juli.
Pelaku yang mengenakan jaket, helm, dan masker saat membonceng kedua korban sempat terekam CCTV di jalur yang dilalui. Kini kedua anak telah berkumpul kembali bersama keluarganya. "Semalam sudah olah TKP, di lokasi, dan kami berharap agar pelaku segera ditangkap," pungkas Juli.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)