Peretas Kuasai Data 8,8 Juta Orang di Denmark, Menteri Sebut Insiden Sangat Serius

Sistem registrasi nasional Denmark dibobol peretas yang mengakses data pribadi sekitar 8,8 juta orang, meliputi nama, alamat, dan nomor CPR. Menteri Urusan Digital Christina Egelund menyebut insiden ini sangat serius dan pemerintah tengah memetakan dampaknya. Peretas masuk melalui perusahaan Denmark yang memiliki akses resmi ke basis data tersebut.

Oct 05, 2026 - 09:49
Updated: 21 hours ago
0 0
Peretas Kuasai Data 8,8 Juta Orang di Denmark, Menteri Sebut Insiden Sangat Serius
Peretas Kuasai Data 8,8 Juta Orang di Denmark, Menteri Sebut Insiden Sangat Serius

Insiden kebocoran data berskala besar kembali terjadi. Sistem registrasi nasional Denmark berhasil dibobol peretas yang mengakses informasi pribadi sekitar 8,8 juta orang. Data yang diambil secara ilegal mencakup nama, alamat, serta nomor identitas yang dikenal sebagai CPR.

Kementerian Urusan Digital Denmark mengungkap peristiwa ini pada Senin (5/10). Menurut kementerian, data yang terdampak tidak hanya milik warga yang masih hidup, tetapi juga mereka yang telah meninggal dunia atau pindah ke luar negeri.

"Pengelola registrasi nasional (CPR) menemukan bahwa pihak yang tidak berwenang memperoleh akses ilegal, khususnya terhadap nama, alamat, dan nomor CPR sekitar 8,8 juta orang yang terdaftar," demikian pernyataan kementerian tersebut, seperti dikutip dari AFP.

CPR sendiri merupakan nomor jaminan sosial Denmark yang tercatat dalam sistem registrasi nasional. Jumlah data yang terdampak tercatat melampaui populasi Denmark saat ini yang hanya sekitar enam juta jiwa. Namun, registrasi nasional diketahui menyimpan informasi sekitar 11 juta orang, termasuk mereka yang sudah meninggal atau beremigrasi.

Menteri Urusan Digital Denmark Christina Egelund menyebut pembobolan ini sebagai insiden yang sangat serius. Ia menyatakan pemerintah tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mengetahui seberapa luas dampak yang ditimbulkan.

"Ini adalah insiden yang sangat serius," kata Egelund dalam keterangannya. "Bersama seluruh otoritas terkait, kami sedang memetakan keseluruhan cakupan insiden ini," lanjutnya.

Menurut pemerintah Denmark, peretas masuk ke sistem registrasi nasional melalui sebuah perusahaan Denmark yang memiliki akses resmi ke basis data tersebut. Pelaku terlebih dahulu meretas perusahaan itu untuk memperoleh jalan masuk.

Pemerintah menyatakan akses perusahaan tersebut belum dicabut, tetapi penyelidikan atas insiden ini telah dimulai. Hingga kini, otoritas setempat masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap keseluruhan cakupan dan dampaknya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User