Pengguna Mac Lebih Sering Jadi Korban Serangan Siber Dibanding Windows, Ini Temuan Survei Kaspersky

Survei Kaspersky mengungkap pengguna macOS lebih banyak mengalami insiden keamanan siber seperti malware dan phishing dibanding pengguna Windows. Meski begitu, hanya 35% pengguna Mac yang memasang software keamanan khusus, lebih rendah dari Windows (42%). Pakar Kaspersky menekankan anggapan macOS lebih aman sudah tidak relevan.

Aug 22, 2026 - 07:17
Updated: 2 months ago
0 0
Pengguna Mac Lebih Sering Jadi Korban Serangan Siber Dibanding Windows, Ini Temuan Survei Kaspersky
Pengguna Mac Lebih Sering Jadi Korban Serangan Siber Dibanding Windows, Ini Temuan Survei Kaspersky

Hasil survei terbaru dari Kaspersky menunjukkan bahwa pengguna macOS lebih sering menjadi sasaran serangan siber dibandingkan pengguna Windows. Data tersebut mengungkapkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat insiden keamanan yang dialami oleh kedua kelompok pengguna tersebut.

Dalam survei yang dilakukan pada Maret 2026 terhadap 7.200 responden dari 18 negara, termasuk Indonesia, ditemukan bahwa 12 persen pengguna macOS melaporkan infeksi malware. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pengguna Windows yang hanya mencapai 9 persen. Namun, hanya 35 persen pengguna macOS yang memasang perangkat lunak keamanan khusus, sementara pengguna Windows mencapai 42 persen.

Kaspersky mencatat bahwa pengguna Windows secara umum menerapkan lebih banyak langkah keamanan, meskipun pengguna macOS sedikit lebih unggul dalam beberapa tindakan terkait privasi. Perbedaan paling mencolok terlihat pada kebiasaan tidak membuka email atau tautan mencurigakan, di mana 62 persen pengguna Windows mengaku melakukannya, sedangkan pengguna macOS hanya 51 persen.

Selain itu, pengguna Windows juga lebih banyak menggunakan kata sandi unik untuk setiap akun (38 persen dibanding 35 persen), kata sandi kompleks (52 persen dibanding 45 persen), serta autentikasi dua faktor atau multifaktor (51 persen dibanding 46 persen). Dalam setahun terakhir, 12 persen pengguna macOS menjadi korban phishing melalui email, situs web, atau pesan palsu, sementara pengguna Windows hanya 9 persen.

Pengguna macOS juga lebih banyak melaporkan penipuan umum dan investasi, yakni 16 persen dibandingkan 13 persen pada Windows. Pelanggaran privasi dialami oleh 11 persen pengguna macOS dan 8 persen pengguna Windows, sedangkan pencurian data pribadi dilaporkan oleh 12 persen pengguna macOS dan hanya 7 persen pada Windows.

Pakar keamanan siber Kaspersky, Sergey Puzan, mengatakan bahwa masih ada anggapan bahwa macOS secara inheren lebih aman karena jumlah penggunanya lebih sedikit atau karena fitur keamanan bawaannya. Namun, ia menegaskan bahwa lanskap ancaman telah berubah. "Ada stereotip yang mengakar bahwa macOS secara inheren lebih aman karena basis penggunanya lebih kecil," kata Puzan dalam keterangan resmi, Jumat (7/8).

Puzan menjelaskan bahwa penyerang kini menggunakan phishing dan serangan rantai pasok yang dapat menjangkau pengguna dari berbagai sistem operasi dalam satu kampanye. Selain itu, terdapat berbagai keluarga malware yang secara khusus menyasar Mac. "Akibatnya, perangkat apa pun yang terhubung ke internet—terlepas dari sistem operasi atau bentuk fisiknya—memerlukan perangkat lunak keamanan siber untuk melindungi diri dari berbagai ancaman siber," ujarnya.

Survei Kaspersky ini melibatkan responden dari 18 negara, termasuk Brasil, China, Prancis, Jerman, India, Malaysia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Thailand, Turki, dan Vietnam. Temuan ini menjadi pengingat bahwa tidak ada sistem operasi yang sepenuhnya kebal terhadap serangan siber, sehingga pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User