OJK Angkat Bicara soal Rumor Haji Isam Caplok Saham BCA, Ini Penjelasannya

OJK menanggapi rumor akuisisi saham BCA oleh konglomerat Haji Isam. OJK menegaskan akan menilai setiap perubahan pemegang saham pengendali bank besar secara ketat, mencakup aspek prudensial, tata kelola, dan dampak terhadap stabilitas industri. Sebelumnya, BCA telah membantah informasi tersebut dan menyebutnya tidak benar.

Oct 16, 2026 - 20:02
Updated: 11 hours ago
0 0
OJK Angkat Bicara soal Rumor Haji Isam Caplok Saham BCA, Ini Penjelasannya
OJK Angkat Bicara soal Rumor Haji Isam Caplok Saham BCA, Ini Penjelasannya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya memberikan tanggapan terkait rumor yang menyebut konglomerat asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam, berencana mengakuisisi saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa pihaknya selalu mencermati setiap dinamika yang berkaitan dengan struktur kepemilikan dan pengendalian saham di industri perbankan nasional.

Dian menegaskan, jika ada transaksi yang berpotensi mengubah pemegang saham pengendali bank, OJK akan melakukan penilaian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. "Dalam hal terdapat transaksi yang berpotensi mengakibatkan perubahan pemegang saham pengendali bank, OJK akan melakukan penilaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Dian dalam keterangan resmi tertulis, Kamis (15/10).

OJK memastikan setiap proses perubahan kepemilikan maupun pengendalian bank dilaksanakan secara ketat. Hal ini mencakup pemenuhan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta aturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut Dian, perubahan kepemilikan atau pengendalian pada bank berskala besar tidak dapat dilihat hanya dari aspek transaksi jual-beli saham semata.

"Dari perspektif prudensial, perubahan kepemilikan atau pengendalian pada bank besar tidak hanya dilihat dari aspek transaksi sahamnya, tetapi juga dari potensi dampaknya terhadap profil risiko bank, konsentrasi eksposur, transaksi dengan pihak terkait, kualitas penerapan tata kelola, serta keterkaitan antara bank dengan kelompok usaha yang berada di bawah pengendalian pemegang saham," jelas Dian.

Jika terjadi perubahan pengendalian yang bersifat material pada bank besar, OJK akan mengkaji dampaknya secara menyeluruh. Kajian tersebut meliputi dampak terhadap struktur persaingan industri, strategi bisnis bank, penyaluran kredit, likuiditas, permodalan, tata kelola, serta potensi konsentrasi risiko. "OJK akan mencermati dampaknya secara menyeluruh, antara lain terhadap struktur persaingan industri, strategi bisnis bank, penyaluran kredit, likuiditas, permodalan, tata kelola, serta potensi konsentrasi risiko," tegasnya.

Meski dihadapkan pada berbagai isu aksi korporasi dan konsolidasi, OJK menilai kondisi industri perbankan nasional saat ini masih sangat aman dan stabil. Industri perbankan disebut tetap ditopang oleh permodalan dan likuiditas yang memadai serta penerapan prinsip kehati-hatian. OJK berkomitmen terus memantau berbagai dinamika kepemilikan, konsolidasi, maupun aksi korporasi di sektor perbankan agar berlangsung sehat dan tidak menimbulkan risiko terhadap stabilitas sistem keuangan.

Sebelumnya, BCA telah membantah rumor yang menyebut Haji Isam akan mengakuisisi saham perseroan. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, mengatakan informasi mengenai rencana aksi korporasi tersebut tidak benar. "Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," ujar Hera dalam keterangannya, Jumat (25/9) lalu.

Hera mengimbau masyarakat dan nasabah untuk mengakses informasi mengenai BCA melalui sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel. "Kami mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel. BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku," katanya.

Rumor mengenai rencana akuisisi BCA oleh Haji Isam sebelumnya beredar di media sosial, salah satunya di akun edukasi dan komunitas investasi saham di Instagram. Dalam unggahan tersebut, Haji Isam disebut akan mengakuisisi kepemilikan saham BCA melalui jaringan bisnisnya. Namun, unggahan itu juga menyebut informasi mengenai rencana akuisisi tersebut masih sebatas rumor. BCA merupakan bank swasta yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode BBCA. Pemegang saham pengendali BCA adalah PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan yang terafiliasi dengan keluarga Hartono.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User