MSCI Wacanakan Indonesia Jadi Standalone Market, BEI Ungkap Dua PR yang Harus Segera Dituntaskan

MSCI mengusulkan konsultasi perubahan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. BEI menyebut ada dua pekerjaan rumah utama yang disorot investor global, yakni efektivitas reformasi pasar modal dan penegakan hukum. Meski begitu, BEI menegaskan skala transaksi pasar saham Indonesia masih setara emerging market.

Oct 17, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0 0
MSCI Wacanakan Indonesia Jadi Standalone Market, BEI Ungkap Dua PR yang Harus Segera Dituntaskan
MSCI Wacanakan Indonesia Jadi Standalone Market, BEI Ungkap Dua PR yang Harus Segera Dituntaskan

Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengkonsultasikan perubahan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Menurut BEI, ada dua pekerjaan rumah utama yang harus segera diselesaikan di balik wacana tersebut.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengungkapkan dua catatan yang menjadi sorotan sebagian investor global dalam proposal konsultasi MSCI. Pertama, efektivitas reformasi pasar modal. Kedua, penegakan hukum atau enforcement.

"Memang concern MSCI paling tidak dua. Pertama effectiveness, kami tentunya mereka ingin evidence-evidence, ukuran-ukuran bagaimana reformasi ini berdampak terhadap market. Itu yang akan kami perkuat, ya akan kami lengkapi," kata Iding kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).

Untuk persoalan enforcement, Iding menyebut hal itu akan dijelaskan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia meyakini OJK tengah menjalankan proses penegakan hukum terkait pasar modal.

Iding menjelaskan, data transparansi yang dibuka bursa, mulai dari pengungkapan porsi kepemilikan saham hingga data investor, tidak hanya dimanfaatkan publik. Data itu juga dipakai bursa untuk memperkuat fungsi pengawasan atau surveillance.

Data tersebut nantinya menjadi dasar bagi OJK dalam menindak potensi manipulasi pasar (market manipulation) hingga transaksi terkoordinasi (coordinated trading).

Meski ada sorotan, Iding menegaskan pasar saham Indonesia secara fundamental masih berada di kelompok emerging market bila dilihat dari skala transaksi. "Kalau bicara skala, kita ada di emerging market. Tapi tentunya MSCI tidak hanya berbicara terkait skala, tapi ada hal-hal lain yang kita tidak tahu secara detail, tapi quality dari market seperti transparency, integrity itu juga menjadi pertimbangan," ungkapnya.

Karena itu, usulan standalone market dari MSCI dinilai sebagai langkah evaluasi kualitas pasar modal, bukan tanda bahwa nilai atau kapasitas pasar saham Indonesia turun kasta. BEI pun berkomitmen segera meminta klarifikasi teknis kepada MSCI dan memperkaya bukti efektivitas kebijakan agar keraguan investor global terjawab.

"Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk memperbaiki apa yang masih kurang, menutup gap-nya, menutup barrier-barrier-nya yang masih ada apa, sehingga apa yang menjadi concern MSCI dan juga investor global bisa dipenuhi," tegas Iding.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User