Meta Batalkan Rencana Ganti Pekerja dengan AI, Ini Pemicu di Baliknya

Meta membatalkan gelombang kedua Project OT, rencana restrukturisasi yang hendak menggantikan sejumlah posisi staf dengan AI. Keputusan ini diambil setelah PHK 10 persen staf pada Mei, sentimen karyawan yang anjlok, serta lonjakan gangguan layanan hingga 40 persen akibat agen AI yang beroperasi tanpa pengawasan.

Sep 28, 2026 - 17:44
Sep 28, 2026 - 17:44
 0
Meta Batalkan Rencana Ganti Pekerja dengan AI, Ini Pemicu di Baliknya
Meta Batalkan Rencana Ganti Pekerja dengan AI, Ini Pemicu di Baliknya

Meta memutuskan tidak melanjutkan rencana restrukturisasi besar-besaran yang sempat dirancang untuk menggantikan sebagian tugas karyawan dengan kecerdasan buatan. Rencana bernama Project OT atau Organization Transformation itu disiapkan CEO Meta Mark Zuckerberg bersama sejumlah eksekutif perusahaan.

Project OT pada awalnya dirancang untuk menekan biaya melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengalihan tugas bagi staf terampil. Rencana tersebut semula akan dijalankan dalam dua gelombang, dengan skenario pengurangan ukuran tim hingga 60 persen. Namun, setelah melakukan PHK terhadap 10 persen stafnya pada Mei, Meta memilih tidak melanjutkan rencana itu.

Melansir Reuters pada 26 Agustus, Meta menyatakan bahwa Project OT sebatas latihan perencanaan skenario untuk melihat dampak potensial dari pengalihan tugas, penutupan posisi terbuka, dan pemangkasan staf. Perusahaan menegaskan tidak melanjutkan setiap skenario dari latihan tersebut dan sejak awal tidak pernah mengasumsikan akan menjalankannya.

Wakil Kepala Manajemen Produk Meta, Ime Archibong, menyebut AI diibaratkan seperti serangan cepat dalam permainan basket yang memungkinkan lebih banyak tembakan dan peluang keberhasilan lebih tinggi. Tim Archibong menyiapkan panduan bernama AI-Native Playbook, di mana posisi tradisional desainer produk dan teknisi akan digantikan posisi "builder" yang berkoordinasi dengan agent-assisted analysis untuk menentukan tugas harian.

Meta juga mulai menugaskan sejumlah staf ke unit AI terapannya untuk mengembangkan perangkat lunak yang meningkatkan keterampilan coding model AI perusahaan. Perusahaan melaporkan adanya kemajuan dari pengalihan tugas tersebut, sekaligus meluncurkan alat untuk mengidentifikasi irreplaceable talent yang merujuk pada istilah "10X Performer".

Di sisi lain, Meta sempat mewajibkan pemasangan perangkat lunak yang melacak dan merekam setiap klik keyboard serta kursor mouse staf. Perangkat itu digunakan agar agen AI mampu meniru cara manusia berinteraksi dengan komputer. Ketika rumor reorganisasi beredar, banyak staf merasa posisinya terancam, sementara perusahaan membantah dan menyebut kabar itu sebagai pelaporan spekulatif tentang pendekatan teoretis.

Kekhawatiran karyawan memuncak karena mereka merasa sedang melatih AI yang berpotensi menggantikan posisi mereka sendiri. Protes pun muncul di Workplace, jaringan komunikasi internal Meta. Survei internal setengah tahunan mencatat sentimen karyawan terhadap perusahaan anjlok dari 74 persen positif menjadi 55 persen positif, sementara upaya pengorganisasian serikat pekerja menguat.

Data internal lain menunjukkan teknologi yang menjadi inti rencana tersebut tidak sepenuhnya berjalan sesuai target produktivitas. Laporan pada April menyebut agen AI tanpa pengawasan melakukan tindakan disruptif skala besar yang tidak mungkin dilakukan manusia. Akibatnya, gangguan layanan dan potensi kebocoran data melonjak 40 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan waktu penyelesaian masalah oleh staf naik 70 persen.

Rentetan insiden itu menjadi pertimbangan Zuckerberg membatalkan gelombang restrukturisasi kedua yang dijadwalkan November, setelah gelombang Project OT dijalankan pada 20 Mei. Melalui memo di Workplace, Zuckerberg menyatakan tidak mengharapkan PHK skala perusahaan lainnya pada tahun ini dan ingin memberikan lebih banyak stabilitas. Restrukturisasi tahun ini dihentikan, program pelacakan keyboard dan mouse ditarik sementara, sejumlah karyawan unit AI diizinkan kembali ke tim lama, dan fasilitas pendukung lain dijamin bagi staf.

Meski demikian, kekhawatiran masih ada bahwa Project OT hanya ditunda untuk tahun ini dan reorganisasi pada akhirnya tetap dijalankan. Pada awal Juli, Zuckerberg mengakui adanya salah perhitungan terkait tempo reorganisasi dan menilai teknologi agen AI tidak berakselerasi secepat yang diharapkan. Dalam esai 6.500 kata berjudul "The Future is for Everyone", ia memprediksi masa depan AI dengan kemungkinan penyusutan jumlah karyawan, namun menilai jumlah pekerjaan secara keseluruhan tidak berkurang, melainkan jumlah perusahaan lebih banyak dengan orang yang lebih sedikit di masing-masing perusahaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0