Mentan Jepang Mundur Setelah Diduga Potong Anggaran Daerah yang Tak Dukungnya

Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang Kazuo Yana mengundurkan diri setelah pernyataannya soal pemotongan anggaran perbaikan jalan di dua kota di Prefektur Tochigi menuai kecaman. Kedua wali kota disebut menolak mendukungnya pada pemilu parlemen Februari. Ini menjadi pengunduran diri pertama menteri di kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Oct 15, 2026 - 08:02
Updated: 23 hours ago
0 0
Mentan Jepang Mundur Setelah Diduga Potong Anggaran Daerah yang Tak Dukungnya
Mentan Jepang Mundur Setelah Diduga Potong Anggaran Daerah yang Tak Dukungnya

Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang Kazuo Yana resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu diambil setelah pernyataannya pada Mei lalu memicu gelombang kecaman dari publik dan partai oposisi.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada pertemuan tertutup anggota Partai Demokrat Liberal (LDP) di Kota Ohtawara, Yana disebut mengatakan telah menyunat anggaran perbaikan jalan di Kota Nasukarasuyama dan Kota Nakagawa. Kedua wali kota di Prefektur Tochigi itu dinilai menolak memberikan dukungan kepadanya pada pemilihan umum parlemen Februari lalu.

Rekaman suara pernyataan tersebut baru bocor ke media pada Oktober, sekitar sebulan setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menunjuk Yana masuk ke kabinet. Yana pun menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi yang muncul. Meski begitu, ia mengaku tidak memiliki wewenang untuk mendorong kementerian memotong anggaran tersebut.

"Saya memutuskan mengundurkan diri karena merasa sangat penting untuk menghindari situasi di mana pemerintah tidak lagi dapat sepenuhnya fokus pada kebijakan pertanian," kata Yana, seperti dikutip NHK.

Partai-partai oposisi menilai tindakan Yana sudah kelewatan dan menuntut ia mundur. Kritik serupa datang dari internal LDP yang menilai Yana tidak pantas menjabat menteri karena telah menyalahgunakan wewenangnya.

Sejumlah laporan media Jepang juga menyebut Yana mengatur bus antar-jemput gratis bagi para pendukungnya selama kampanye pemilu parlemen. Oposisi berpendapat tindakan itu ilegal dan berpotensi melanggar Undang-Undang Pemilu Jabatan Publik.

Pernyataan kontroversial Yana diucapkan saat ia masih berstatus anggota majelis rendah Jepang. Ia terpilih kembali pada pemilu Februari lalu. Pengunduran diri ini tercatat sebagai yang pertama terjadi di kabinet pemerintahan Takaichi.

Pada Rabu (14/10), Takaichi menyatakan penyesalannya atas situasi tersebut. Ia menegaskan bertanggung jawab penuh karena dialah yang menunjuk Yana. "Saya yang melakukan penunjukan tersebut. Tanggung jawab atas penunjukannya ada di pundak saya, perdana menteri," ujar Takaichi, seperti dikutip Reuters. Takaichi juga menyebut akan mengumumkan pengganti Yana pada Kamis (15/10).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User