Mensos Syaifullah Yusuf Tinjau Lokasi Banjir Arosuka, Minta Pendataan Warga Terdampak Galodo Akurat
Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf mengunjungi Posko Utama Kabupaten Solok di Arosuka untuk meninjau penanganan warga terdampak banjir galodo. Ia menekankan pentingnya keselamatan warga, pendataan akurat penerima bantuan, dan perpanjangan masa tanggap darurat selama tujuh hari oleh Pemkab Solok bersama Forkopimda.
Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf meninjau langsung lokasi bencana banjir di Arosuka, Kabupaten Solok, pada Rabu (7/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat penanganan masyarakat terdampak bencana yang melanda daerah itu. Ia tiba di Posko Utama Kabupaten Solok bersama jajaran Kementerian Sosial dan disambut Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Solok Candra, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait.
Dalam arahannya, Mensos menegaskan bahwa keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama selama proses penanganan bencana berlangsung. Ia menyebut dapur umum di posko juga memegang peranan penting untuk memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi.
"Saya sudah mendengarkan laporan dari Bapak Bupati. Yang pertama harus dilakukan adalah menyelamatkan keluarga-keluarga yang terdampak. Dapur umum juga sangat penting di posko," ujar Syaifullah Yusuf.
Mensos kemudian meminta pemerintah daerah bersama Forkopimda memastikan pendataan warga terdampak dilakukan secara tepat dan akurat. Data tersebut menjadi dasar penentuan penerima bantuan agar penyaluran bantuan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Ia juga mengimbau warga yang belum menerima bantuan untuk bersabar karena proses penyaluran masih berjalan. Menurutnya, warga yang telah terdata akan menerima bantuan sesuai dengan kebutuhannya. Syaifullah turut mengingatkan agar bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat terdampak, bukan pihak lain.
Pada kesempatan itu, Mensos menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana di Kabupaten Solok.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengungkapkan bahwa tingginya curah hujan pada September lalu berdampak cukup besar terhadap masyarakat dan aktivitas pemerintahan di Kabupaten Solok. Bahkan, kawasan perkantoran pemerintah daerah sempat lumpuh akibat bencana tersebut.
"Pada saat itu daerah perkantoran kita juga sempat lumpuh. Namun, Solok adalah daerah yang selalu mengedepankan kebersamaan. Kita bersama-sama menghadapi kondisi ini dan berupaya bangkit menjadi lebih baik," kata Jon Firman Pandu.
Ia menambahkan, penanganan bencana dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur. Pemerintah Kabupaten Solok bersama Forkopimda juga memperpanjang masa tanggap darurat selama tujuh hari guna memastikan penanganan warga terdampak berjalan optimal.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)