Menkeu Suahasil Sebut Lonjakan Konsumsi Barang Subsidi Jadi Sinyal Masyarakat Masih Bekerja
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai kenaikan permintaan barang subsidi seperti BBM, LPG 3 kilogram, listrik, pupuk, dan KUR menunjukkan masyarakat masih bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi. Realisasi subsidi dan kompensasi hingga September 2026 mencapai Rp376,8 triliun, naik dari Rp244,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyoroti meningkatnya permintaan sejumlah barang bersubsidi sebagai tanda bahwa masyarakat Indonesia masih aktif bekerja dan menjalankan kegiatan ekonomi. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2026 pada Jumat (9/10).
Menurut Suahasil, indikasi tersebut terlihat dari kenaikan volume konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi sebesar 9,1 persen dan LPG 3 kilogram sebesar 2,2 persen. Selain itu, jumlah pelanggan listrik bertambah 2,1 persen, realisasi volume pupuk naik 15,7 persen, dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat tumbuh 7,9 persen.
"Artinya apa? Artinya memang masyarakat Indonesia terus bekerja menggunakan BBM. Kalau pakai BBM ya berarti ada pekerjaan yang dilakukan," ujar Suahasil dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan penggunaan BBM memperlihatkan adanya aktivitas yang dijalankan masyarakat. Pola serupa juga tercermin dari penggunaan LPG, listrik, pupuk, hingga penyaluran KUR yang terus bertambah.
Suahasil menilai kenaikan konsumsi berbagai barang dan dukungan pembiayaan tersebut menandakan masyarakat masih menjalankan aktivitas ekonominya. Pemerintah melalui APBN berupaya melindungi masyarakat sekaligus mendorong kegiatan ekonomi lewat penyaluran subsidi dan berbagai bentuk dukungan lainnya.
"Ini adalah cara kita (menkeu) mengelola APBN untuk melindungi masyarakat. Kalau masyarakat terus bekerja menggunakan BBM, LPG, listrik, pupuk, KUR, itu berarti APBN-nya juga menumbuhkan kegiatan ekonomi," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa subsidi yang disalurkan pemerintah merupakan bagian dari pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk melindungi masyarakat. Dana tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak yang dibayarkan masyarakat.
Sementara itu, realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi hingga September 2026 mencapai Rp376,8 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp244,6 triliun.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)