Mengapa Gempa M7,4 Kolombia Terasa Hingga Jauh? Pakar Ungkap Pemicunya

Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8) malam WIB. BMKG menyebut gempa dipicu deformasi dalam Lempeng Nazca yang menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Gempa berkedalaman 95 km ini tidak berpotensi tsunami di Indonesia, namun guncangannya bisa menjangkau area luas karena karakteristik intraslab.

Aug 21, 2026 - 00:58
Updated: 2 months ago
0 1
Mengapa Gempa M7,4 Kolombia Terasa Hingga Jauh? Pakar Ungkap Pemicunya
Mengapa Gempa M7,4 Kolombia Terasa Hingga Jauh? Pakar Ungkap Pemicunya

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8) malam WIB menarik perhatian para ahli. BMKG mengungkapkan bahwa gempa tersebut dipicu oleh deformasi di dalam Lempeng Nazca yang menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 19.34.27 WIB dengan episenter di koordinat 4,93 derajat Lintang Utara dan 76,06 derajat Bujur Barat, tepatnya di darat sekitar 3 kilometer barat laut El Aguila, Kolombia. Kedalaman gempa mencapai 95 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat deformasi dalam lempeng samudra yang menunjam (intra-slab)," kata Wijayanto dalam keterangannya. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust fault.

Wijayanto memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Namun, jangkauan guncangannya bisa sangat luas. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan gempa ini merupakan manifestasi deformasi internal Lempeng Nazca pada sistem subduksi aktif Kolombia, di mana Lempeng Nazca menunjam ke bawah Lempeng Benua Amerika Selatan di sepanjang Palung Peru-Chili.

Menurut Daryono, gempa intraslab terjadi akibat deformasi internal, regangan mekanis, maupun patahan pada bagian lempeng yang telah menunjam. Pelepasan tegangan dari proses tersebut menghasilkan gelombang seismik yang dapat menjangkau wilayah sangat luas. Gempa intraslab pada kedalaman menengah memiliki karakteristik rambatan gelombang yang khas, karena energi merambat melalui lempeng yang kaku, padat, dan relatif dingin.

"Kondisi material ini menyebabkan tingkat atenuasi gelombang sangat rendah, sehingga energi gempa berfrekuensi tinggi dapat ditransmisikan secara sangat efisien. Alhasil, guncangan tanah yang dihasilkan cenderung lebih kuat dan destruktif jika dibandingkan dengan gempa interplate bernilai magnitudo setara di sumber lain," terang Daryono. Posisi sumber gempa pada kedalaman menengah juga membuat gelombang seismik dapat memancar ke permukaan dengan cakupan luas, sehingga wilayah yang berjarak ratusan kilometer dari episenter masih dapat merasakan getaran.

Gempa pada 10 Agustus 2026 menjadi salah satu gempa kuat yang mengguncang wilayah barat Kolombia. Sebelumnya, Kolombia mencatat sejumlah kejadian gempa kuat, seperti Gempa Cúcuta pada 1875 yang menewaskan sekitar 10 ribu orang di dekat perbatasan Venezuela, gempa magnitudo 8,8 pada 1906 di lepas pantai Ekuador-Kolombia yang memicu tsunami besar dan menewaskan hingga 1.500 orang, serta gempa magnitudo 6,2 pada 1999 di kawasan kopi Eje Cafetero yang menewaskan lebih dari 1.000 orang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User