Luhut Ungkap Subsidi Barang Segera Diganti Bantuan Tunai, Ini Tahapan dan Target Waktunya

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan skema subsidi barang akan dialihkan menjadi bantuan tunai langsung kepada masyarakat secara bertahap. Pemerintah tengah memutakhirkan data kependudukan Dukcapil dengan AI dan menargetkan integrasi data rampung akhir 2026, sebelum uji coba penyaluran bansos pada kuartal I 2027.

Oct 07, 2026 - 16:02
Updated: 2 days ago
0 0
Luhut Ungkap Subsidi Barang Segera Diganti Bantuan Tunai, Ini Tahapan dan Target Waktunya
Luhut Ungkap Subsidi Barang Segera Diganti Bantuan Tunai, Ini Tahapan dan Target Waktunya

Pemerintah terus mematangkan rencana perubahan skema subsidi dari yang selama ini berbentuk barang menjadi bantuan tunai yang langsung diterima masyarakat. Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa peralihan skema tersebut akan dijalankan secara bertahap.

"Ya nanti sambil jalan bertahap. Semua dilakukan bertahap," ujar Luhut saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (7/10).

Sebelumnya, Luhut pernah menyampaikan bahwa perubahan ini ditargetkan mulai diterapkan dalam satu hingga dua tahun ke depan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penataan perlindungan sosial serta digitalisasi data pemerintah.

Dalam konferensi pers di Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (30/9), Luhut mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menggenjot penyelesaian integrasi dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Tahap awal ini menjadi fondasi sebelum penyaluran dilakukan melalui sistem yang lebih terarah.

"Ini kan baru bansos. Nanti ke depan, kita ini dalam overtime, mungkin dalam satu-dua tahun ke depan subsidi itu saya sudah lapor Presiden (Prabowo Subianto), tidak lagi pada barang, langsung pada manusia, jadi cash," kata Luhut.

Saat ini pemerintah masih mengembangkan sistem digital yang mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga. Data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan dipadukan dengan data kementerian dan lembaga lain menggunakan kecerdasan buatan atau AI.

Menurut Luhut, pemutakhiran data itu penting agar pemerintah dapat menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan. Pemerintah juga membuka ruang pendaftaran bagi masyarakat sehingga jumlah penerima tidak lagi ditentukan semata berdasarkan daftar penerima sebelumnya.

"Jadi 98 persen dari (288 juta) jumlah penduduk itu sudah ada di Dukcapil. Itu sekarang kita mutakhirkan semua. Dengan AI ini kita nanti desil-desilnya juga kita perbaiki semua karena semua kementerian/lembaga itu sekarang sudah bisa berkomunikasi satu sama lain dengan AI," jelasnya.

Luhut menargetkan pembenahan dan integrasi data selesai pada akhir 2026. Setelah itu, pemerintah akan mulai menguji coba penyaluran bansos pada kuartal I 2027. "Untuk tahun 2027 kita bagi bansos. Kita akan coba kuartal pertama tahun depan kita bagi bansos. Tapi itu subjektif kepada keberhasilan kita sampai akhir tahun," pungkas Luhut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User