Latihan Militer China-RI di Dekat Taiwan Picu Kemarahan Taipei, Ini Responsnya

Taiwan mengecam rencana latihan angkatan laut gabungan China dan Indonesia di timur Taiwan sebagai provokasi militer yang mengancam status quo. MAC menyebutnya manipulasi politik, sementara Kemlu Taiwan meminta klarifikasi dari Indonesia. China menyatakan latihan bertujuan meningkatkan kerja sama bilateral, namun Taiwan menilai tidak berdampak militer langsung.

Aug 22, 2026 - 07:17
Updated: 2 months ago
0 1
Latihan Militer China-RI di Dekat Taiwan Picu Kemarahan Taipei, Ini Responsnya
Latihan Militer China-RI di Dekat Taiwan Picu Kemarahan Taipei, Ini Responsnya

Taiwan secara resmi menyuarakan protes keras terhadap rencana latihan angkatan laut gabungan yang akan digelar China bersama Indonesia di kawasan timur wilayahnya. Dalam pernyataan resmi pada Selasa (11/8), Dewan Urusan Daratan (Mainland Affairs Council/MAC) Taiwan menegaskan bahwa latihan tersebut merupakan bentuk provokasi militer yang harus segera dihentikan karena dinilai melanggar status quo yang selama ini berlaku.

MAC menilai langkah Beijing ini merupakan upaya untuk melibatkan negara-negara lain dalam latihan militer di perairan timur Taiwan. Lebih jauh, lembaga tersebut menyebut latihan ini sebagai manipulasi politik yang bertujuan menciptakan kesan palsu di mata komunitas internasional bahwa China memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan.

"Ini sebenarnya manipulasi politik, 'latihan namanya, tapi ekspansi kenyataannya'. Ini bertujuan menciptakan kesan palsu di hadapan komunitas internasional bahwa China memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan," demikian pernyataan MAC seperti dikutip Reuters. MAC juga menekankan bahwa latihan gabungan ini berbahaya karena dapat mengacaukan status quo.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Taiwan menyatakan telah meminta klarifikasi dari Indonesia terkait partisipasinya dalam latihan tersebut. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI enggan memberikan jawaban saat dimintai konfirmasi mengenai hal ini. Indonesia sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, sebagaimana kebanyakan negara lain.

Pada Rabu (12/8), asisten wakil kepala staf umum bidang intelijen Taiwan, Wu Tien-jen, memberikan pandangan berbeda. Ia mengatakan kapal perang Indonesia yang terlibat dalam latihan tidak datang khusus untuk berlatih dengan angkatan laut China. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari Jepang dan berada sekitar 70 hingga 80 mil laut di lepas pantai timur Taiwan, di Samudra Pasifik.

"Secara militer, ini tidak berdampak langsung pada Taiwan. Ini memiliki signifikansi geopolitik," ujar Wu Tien-jen. Pernyataan ini muncul setelah pada Selasa (11/8), Kementerian Pertahanan (Kemhan) China mengumumkan akan menggelar latihan angkatan laut bersama marinir Indonesia di wilayah timur Taiwan yang tidak dirinci. Latihan dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus.

Kemhan China menyebut latihan ini akan mencakup sejumlah materi, termasuk latihan komunikasi dan pengisian logistik di laut. "Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan operasi gabungan kedua angkatan laut, memperdalam kerja sama praktis bilateral, dan bersama-sama menjaga perdamaian serta stabilitas regional," demikian pernyataan Kemhan China seperti dikutip Global Times.

Langkah ini dinilai tidak biasa mengingat China umumnya tidak mengadakan latihan dengan militer asing di dekat Taiwan. China selama ini memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Taiwan ingin melepaskan diri dan telah memiliki pemerintahan sendiri. Sejak Juni, China telah melakukan patroli coast guard di lepas pantai timur Taiwan yang memicu kemarahan Taipei dan kekhawatiran Washington. Pada awal Agustus, Taiwan menggelar latihan perang Han Kuang yang mensimulasikan cara memukul mundur China, sebagai latihan militer terbesar yang pernah digelar Taiwan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User