Kualitas Udara Padang Memburuk, BPBD Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Kabut asap kembali menyelimuti Kota Padang dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 219-220 atau kategori sangat tidak sehat dan konsentrasi PM2.5 sekitar 144-145 mikrogram per meter kubik. BPBD Kota Padang mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan, memakai masker, dan tidak membakar sampah terbuka. Asap diduga kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dan Jambi.
Kota Padang, Sumatera Barat, kembali diselimuti kabut asap pada Kamis (8/10). Kondisi udara yang sempat membaik usai diguyur hujan justru menurun lagi sejak Rabu (7/10). Langit di sejumlah kawasan tampak kelabu, sementara pemandangan ke arah perbukitan di sisi timur kota terlihat samar akibat jarak pandang yang berkurang.
Data pemantauan kualitas udara menunjukkan indeks kualitas udara atau AQI Kota Padang sempat menyentuh kisaran 219 hingga 220 AQI US. Angka itu masuk kategori sangat tidak sehat sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Konsentrasi partikel halus PM2.5 juga dilaporkan berada di kisaran 144 hingga 145 mikrogram per meter kubik. Tingginya kandungan partikel tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap pencemaran udara.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Ia juga mengingatkan warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker guna mengurangi paparan partikel halus akibat kabut asap.
Hendri menekankan perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan. Kelompok tersebut dianjurkan membatasi kegiatan di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat.
Kabut asap yang menyelimuti Padang diduga merupakan asap kiriman dari wilayah lain. Berdasarkan informasi prakirawan BMKG Minangkabau, kondisi ini tidak semata-mata disebabkan oleh titik panas di Sumatera Barat. Asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi tetangga, terutama Sumatera Selatan dan Jambi, disebut dapat terbawa pergerakan angin menuju Sumatera Barat. Kondisi angin dan cuaca turut memengaruhi penyebaran asap tersebut.
BPBD Kota Padang juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka. Aktivitas itu dapat menambah polusi udara di tingkat lokal dan memperparah kualitas udara yang sudah buruk.
Masyarakat diminta terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait. Warga juga diimbau segera mengurangi aktivitas apabila kondisi udara terlihat semakin pekat atau mulai menimbulkan gangguan pernapasan.
Bagi yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gejala gangguan pernapasan lainnya, diimbau memperhatikan kondisi kesehatan dan mencari bantuan medis jika keluhan semakin berat.
Kondisi cuaca beberapa hari ke depan diharapkan membantu mengurangi konsentrasi asap. Potensi hujan di sejumlah kawasan dapat meluruhkan partikel polutan di atmosfer sehingga kualitas udara Kota Padang diharapkan kembali membaik. BPBD Kota Padang mengajak seluruh masyarakat menjaga kualitas lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran terbuka dan mengurangi aktivitas yang dapat memperburuk pencemaran udara. Kewaspadaan masyarakat dinilai penting hingga kondisi kabut asap dan kualitas udara kembali berada pada tingkat yang lebih aman.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)