KSIGN Rote Ndao Mulai Dibangun, Warga Pesisir Berharap Tak Perlu Lagi Merantau

Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Desa Matasio, Rote Ndao, NTT, membawa harapan baru bagi warga pesisir. Selain memperkuat ketahanan pangan nasional, kawasan ini diproyeksikan membuka lapangan kerja lokal dan menekan angka perantauan generasi muda. Pemerintah memastikan warga setempat menjadi pelaku utama industri melalui pelatihan dan sertifikasi keterampilan.

Oct 18, 2026 - 12:02
Updated: 8 hours ago
0
KSIGN Rote Ndao Mulai Dibangun, Warga Pesisir Berharap Tak Perlu Lagi Merantau
KSIGN Rote Ndao Mulai Dibangun, Warga Pesisir Berharap Tak Perlu Lagi Merantau

Kehadiran Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Desa Matasio, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, menjadi angin segar bagi perekonomian masyarakat setempat. Kawasan industri garam modern terintegrasi ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga diproyeksikan menopang kesejahteraan warga pesisir sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda di wilayah paling selatan Indonesia tersebut.

Harapan itu mengemuka saat Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau lokasi KSIGN bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan beberapa waktu lalu.

Warga Rote Ndao berharap keberadaan kawasan industri ini menjadi jawaban atas keterbatasan lapangan pekerjaan di daerah yang selama ini membuat banyak anak muda memilih merantau. "Kami bersyukur karena Rote dipilih menjadi kawasan industri garam nasional. Anak-anak muda nanti tidak perlu jauh mencari pekerjaan. Kami ingin garam dari Rote bisa memenuhi kebutuhan Indonesia dan menjadi kebanggaan daerah kami," kata Nixon, seorang warga Rote Ndao.

Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi berperan sebagai pelaku utama industri. Sebagai bekal, pemerintah menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi khusus agar warga mampu mengelola tambak dan pabrik garam modern secara profesional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan KSIGN di Kecamatan Rote Timur dan Landu Leko adalah mengalirkan manfaat ekonomi kepada masyarakat pesisir. "K-SIGN ini memberikan dampak besar bagi kemakmuran rakyat NTT, khususnya Kabupaten Rote Ndao. Pesan Bapak Presiden, kalau garam ini kita produksi sendiri, maka yang menikmati hasilnya tentu kita sendiri," ujarnya.

Saat ini pembangunan KSIGN telah memasuki Tahap II dengan luas 751,32 hektare, yang melengkapi Tahap I hingga total mencapai 1.368,25 hektare. Selain meningkatkan pendapatan daerah dan menyerap tenaga kerja lokal, pengembangan kawasan ini didorong agar mampu menjadikan Rote Ndao sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User