Konsumsi LPG 3 Kg dan Pertalite Diprediksi Lampaui Kuota APBN 2026, Ini Rincian Datanya

Kementerian ESDM dan Pertamina memprediksi konsumsi LPG 3 kg serta BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar melebihi kuota APBN 2026 hingga akhir tahun. LPG 3 kg diproyeksi mencapai 8,6 juta metrik ton dari kuota 8 juta metrik ton, sementara realisasi Solar dan Pertalite per akhir Juli juga menunjukkan tren kenaikan yang didorong pertumbuhan ekonomi dan jumlah kendaraan.

Sep 29, 2026 - 07:32
Sep 29, 2026 - 07:32
 0
Konsumsi LPG 3 Kg dan Pertalite Diprediksi Lampaui Kuota APBN 2026, Ini Rincian Datanya
Konsumsi LPG 3 Kg dan Pertalite Diprediksi Lampaui Kuota APBN 2026, Ini Rincian Datanya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi dan LPG 3 kilogram akan melampaui kuota yang ditetapkan dalam APBN 2026. Proyeksi ini muncul setelah realisasi konsumsi hingga pertengahan tahun tercatat lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa kuota LPG 3 kg pada APBN 2026 ditetapkan sebesar 8 juta metrik ton. Namun, pemerintah memperkirakan konsumsi hingga akhir tahun bisa mencapai 8,6 juta metrik ton, atau melebihi kuota sekitar 600 ribu metrik ton setara 7,5 persen.

"Kalau kita perhatikan di sini memang secara umum konsumsi LPG kita itu dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk 2026 ini memang prognosanya itu sebesar 8,6 juta ton LPG," ujar Laode dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).

Tren serupa juga terjadi pada BBM bersubsidi. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga sekaligus Direktur Utama Subholding Downstream Pertamina, Mars Ega Legowo, menyebut potensi penyaluran Pertalite dan Solar hingga akhir tahun berpeluang melampaui kuota. Menurutnya, data tersebut masih terus bergerak dan Pertamina terus berkoordinasi dengan Kepala BPH Migas beserta jajarannya.

Mars Ega memaparkan bahwa per akhir Juli, realisasi Solar mencapai 11,18 juta kiloliter dari kuota 18,36 juta kiloliter. Sementara Pertalite tercatat 16,54 juta kiloliter dari kuota 28,69 juta kiloliter. Adapun minyak tanah berjalan sesuai kuota, sedangkan LPG 3 kilogram mencapai 5,05 juta metrik ton dari total kuota 8 juta metrik ton sepanjang 2026.

"Data yang kami miliki adalah sekitar 9,4 persen (kelebihan kuota) untuk Solar, 1,7 persen untuk Pertalite, dan 8,5 persen untuk LPG 3 kilogram. Namun data ini masih terus bisa bergerak," terang Mars Ega.

Ia menjelaskan kenaikan konsumsi Solar dan Pertalite sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I-2026 yang berada di kisaran 5 hingga 5,6 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor industri dan logistik, termasuk aktivitas ekspor-impor, serta bertambahnya jumlah kendaraan pribadi. Kebutuhan tambahan juga tercatat datang dari sektor transportasi publik.

Untuk LPG 3 kilogram, Mars Ega menyebut pendorong utamanya adalah pertumbuhan penduduk nasional dan pertumbuhan ekonomi yang serupa, ditambah kebutuhan menjaga ketersediaan menjelang periode Natal dan Tahun Baru di akhir tahun. Data ini menjadi perhatian pemerintah dan Pertamina dalam mengantisipasi lonjakan konsumsi hingga penutupan tahun 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0