Jika Tanah Jakarta Digali Menembus Bumi, Titik Keluarnya Ternyata di Kolombia
Situs ThroughEarth.com memungkinkan pengguna melihat titik antipoda atau sisi seberang Bumi dari lokasi mana pun. Jika digali dari Jakarta, titik keluarnya ada di Kolombia, sedangkan dari Papua menembus Samudra Atlantik sekitar 718 kilometer dari Brasil. Hanya sekitar 15 persen daratan Bumi yang sisi seberangnya juga berupa daratan.
Pernahkah Anda membayangkan menggali tanah lurus ke bawah hingga menembus Bumi? Sebuah situs bernama ThroughEarth.com menyediakan simulasi menarik untuk menjawab rasa penasaran tersebut. Situs ini menunjukkan titik antipoda, yakni lokasi tepat di sisi seberang bola dunia yang berjarak sekitar 12.742 kilometer dari titik awal penggalian.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, ketika Jakarta dipilih sebagai titik awal, animasi situs tersebut memperlihatkan penggalian menembus kerak, mantel, dan inti Bumi sebelum akhirnya keluar di Kolombia. Sementara itu, jika penggalian dimulai dari Papua, titik keluarnya berada di Samudra Atlantik, sekitar 718 kilometer dari Brasil.
Anggapan lama bahwa menggali dari Amerika Serikat akan menembus China ternyata tidak terbukti. Situs ini menunjukkan bahwa penggalian dari Los Angeles justru berakhir di Samudra Hindia bagian tengah, sekitar 1.530 kilometer dari daratan terdekat. Adapun jika dimulai dari London, titik keluarnya berada di Samudra Pasifik Selatan, sekitar 740 kilometer dari Selandia Baru.
Menariknya, jika seseorang ingin titik keluarnya berada di Shanghai, China, maka penggalian harus dimulai dari Argentina. Fakta lain yang tak kalah menarik, hanya sekitar 15 persen daratan di dunia yang titik seberangnya juga berupa daratan. Artinya, dari mana pun penggalian dimulai, kemungkinan besar akan berakhir di lautan.
Situs ThroughEarth juga menyediakan berbagai informasi lain tentang bagian dalam Bumi, seperti suhu ekstrem yang akan dialami dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk jatuh bebas menempuh jarak tersebut. Pengguna dapat mengecek kondisi geografi di titik seberang untuk menentukan apakah lokasinya daratan atau lautan.
Mengutip IFLScience, situs ini dibangun oleh Martin Krpelan yang terinspirasi dari rasa penasaran anak-anaknya. Ide tersebut berawal dari percakapan mereka di taman bermain tentang apa yang akan terjadi jika menggali lubang lurus ke bawah tanah.
"Idenya muncul dari momen biasa sekali bersama anak-anak saya di taman bermain. Kami mulai berbincang soal apa yang akan terjadi kalau kita menggali lubang lurus ke bawah tanah, di mana kita bakal keluar? Itu murni pertanyaan anak-anak, tetapi malah terus menempel di pikiran saya," ujar Krpelan.
Situs ThroughEarth dirancang menggunakan data dari Natural Earth dan gambar Blue Marble dari NASA. Krpelan menjelaskan rumus matematika yang cukup sederhana, yaitu titik antipoda dihitung dengan membalik garis lintang menjadi minus dan menggeser garis bujur sejauh 180 derajat.
Meski simulasi ini menarik, perjalanan nyata menembus Bumi kemungkinan besar tidak bisa dilakukan. Lubang terdalam yang pernah digali manusia adalah Kola Superdeep Borehole di Rusia dengan kedalaman hanya 12.263 meter, atau sekitar 0,2 persen dari jarak menuju inti Bumi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)