Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Proyek Sampah Jadi Listrik Terkendala Lahan

PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) mengungkap kendala proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta, terutama sulitnya mencari lahan di ibu kota yang padat. Denera masih menunggu penetapan lokasi dan administrasi dari Pemprov DKI. Padahal Jakarta memproduksi 9.000 ton sampah per hari sehingga PSEL dinilai krusial.

Oct 20, 2026 - 00:01
Updated: 1 day ago
0
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Proyek Sampah Jadi Listrik Terkendala Lahan
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Proyek Sampah Jadi Listrik Terkendala Lahan

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta hingga kini belum bisa dieksekusi dengan cepat. Padahal, ibu kota merupakan salah satu wilayah dengan produksi sampah terbesar di Indonesia. PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) pun membeberkan sejumlah kendala utama yang membuat proyek tersebut tertahan.

CEO Denera Fadli Rahman menyebut ketersediaan lahan menjadi tantangan terberat dalam merealisasikan fasilitas pengolahan sampah modern di Jakarta. Menurut dia, mencari lahan di ibu kota bukan perkara mudah karena kondisinya sudah sangat padat.

"Permasalahan di Jakarta adalah lahan. Lahannya itu susah carinya, gitu, karena sudah sangat padat," ujar Fadli saat merinci kendala proyek PSEL di Jakarta dalam media briefing di kantor Denera, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Selain persoalan lahan, proses administrasi di tingkat pemerintah daerah turut memengaruhi durasi persiapan proyek. Denera saat ini masih menunggu penetapan lokasi resmi serta pemenuhan kelengkapan administrasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Fadli menegaskan proyek di Jakarta pasti akan dibangun. Namun, ia belum bisa memastikan kapan realisasinya karena masih menunggu proses administrasi dari Pemprov Jakarta. Menurut dia, pihak Pemprov DKI saat ini sedang memfinalisasi lokasi lahan yang terakhir dipilih.

Meski masih berproses, Denera berkomitmen mendorong percepatan proyek. Perusahaan telah memulai studi kelayakan lebih awal agar pembangunan fisik dapat langsung berjalan setelah seluruh perizinan dan penetapan lahan rampung.

"Dari kami, kami berkomitmen untuk terlepas dari memang masih berproses administrasi tersebut, kita sudah memulai kajian kelayakan di awal lebih dahulu. Jadi prinsip atau spirit dari percepatan itu tetap bisa terjaga," tegas Fadli.

Fadli mengungkapkan Jakarta saat ini memproduksi sampah hingga 9.000 ton per hari. Karena itu, Denera menilai kehadiran PSEL di Jakarta sangat krusial. Program pemilahan sampah saja dinilai tidak cukup untuk menghabiskan seluruh tumpukan sampah tanpa adanya teknologi pengolahan berskala besar.

"Memang Jakarta sekarang memproduksi 9.000 ton per hari dan adanya pemilahan sepertinya dampak dari pemilahan itu cukup baik, gitu. Tetapi sisa dari pemilahan sendiri pun perlu diolah," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User